Kemenko Maritim Dukung Infrastruktur Pengembangan Pariwisata Karimunjawa
Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah ternyata menyimpan pesona dan potensi pariwisata luar biasa. Untuk mengidentifikasi dukungan yang diperlukan sebagai lokasi wisata yang masih berkembang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan Kelompok Diskusi Terfokus (Focus Group Discussion) bertema “Dukungan Infrastruktur dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Semarang – Karimunjawa dan sekitarnya”.
Kegiatan yang berlangsung di Karimunjawa, 30-31 Agustus 2018 diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Sekretariat Kabinet, Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Borobudur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappeda Jawa Tengah, perwakilan Kecamatan Karimunjawa.
Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nor Soleh Eko mengungkapkan saat ini dukungan infrastruktur Karimunjawa terus berkembang. Pembangunan pelabuhan Legon Bajak akan meningkatkan konektivitas dan memberi kesempatan kepada warga untuk meningkatkan taraf ekonominya.
“Bandara Dewadaru dan Pelabuhan Legon Bajak akan meningkatkan keramaian tidak hanya di Karimunjawa tapi juga di pulau-pulau sekitarnya. Dengan pelabuhan Legon Bajak ini nanti, harapan saya kapal Pelni yang besar bisa bersandar, jadi kami, warga Karimunjawa tidak perlu lagi turun di tengah laut pakai kapal kecil untuk sandar,” jelasnya.
Kecamatan Karimunjawa merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karimunjawa terdiri dari tiga desa yakni Desa Parang, Desa Kemojan dan Desa Karimunjawa. Sementara kepulauan Karimunjawa terdiri dari beberapa pulau kecil memiliki potensi wisata bahari, religi dan budaya.
“Investor memang sudah ada yang masuk. Salah satunya Kura-kura resort di Pulau Menyawakan. Harga permalamnya sekitar 5 juta rupiah.” kata Djoni Siswanto mewakili Bappeda Jawa Tengah.
Tetapi di Karimunjawa juga ada home stay dan penginapan-penginapan lain yang harganya lebih terjangkau. Djoni mengingatkan bahwa sebagian besar Kawasan Karimunjawa merupakan area taman nasional. Sebagai taman nasional ada penekanan bahwa Kawasan Karimunjawa merupakan kawasan wisata terbatas serta ada kuota untuk menikmati taman nasional, semata-mata untuk menjaga keindahan dan kelestarian Karimunjawa.
