Economic

Kementan dan PT Pertani Berkolaborasi Serap Gabah Petani di Kendal, Jateng

Gerakan serap gabah terus digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama perusahaan BUMN di sektor pertanian. Pada Senin, (5/4/2021), Kementan bersama PT Pertani (Persero)  berkolaborasi mencanangkan gerakan serap gabah ini di Kendal Jawa Tengah.

Pencanangan gerakan ini ditandai dengan penandatanganan  nota kesepahaman (MoU) oleh Kementan dan PT Pertani  yang dilangsungkan di Unit Penggilingan Padi PT Pertani (Persero) Kendal. Kerjasama ini diatur melalui perjanjian antara Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) untuk mewakili PT Pertani (Persero) karena penunjukannya sebagai ketua klaster pangan BUMN.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mengatakan, PT Pertani sebagai BUMN Pangan yang juga bergerak di bidang perberasan mempunyai potensi sarana dan prasarana PT Pertani (Persero) yang cukup besar serta seperti dryer dan Rice Milling Unit (RMU) yang tersebar secara nasional. 

Kementan menargetkan pelaksanaan penyerapan gabah oleh PT Pertani sampai Mei 2021 mencapai 300.000 ton untuk seluruh Indonesia.

“Dengan kapasitas dryer rata-rata 30 ton per hari dan kapasitas RMU 2-3 ton per jam, serta peluang pasar beras yang masih terbuka lebar khususnya antar pulau, Agung yakin PT Pertani bisa menyerap gabah petani hingga 300 ribu ton,” kata Agung

Agung menambahkan, penyerapan gabah oleh Pertani bersifat komersial, sehingga pihaknya dapat membeli di atas HPP.

“Penyerapan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) itu sifatnya public service obligation (PSO) dan harga telah ditentukan pemerintah. Sedangkan Pertani ini kita dorong penyerapan secara komersial” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengatakan, sebagai BUMN klaster pangan, Pertani konsen terhadap kesejahteraan petani pasca melalui pembelian  harga di atas harga pokok penjualan (HPP).

Dia menegaskan pihaknya tidak ingin petani yang sudah bercocok tanam dan menanam padi kemudian mendapat harga jual di bawah HPP meskipun di pasaran harga beras relatif murah.

Ini dilakukan guna mendukung kesejahteraan para petani agar petani tidak trauma dan dapat terus melakukan budidaya di panen yang akan datang

“Hari ini kita off take dengan harga Rp 4.300. Di Banyuwangi dan Karawang harganya juga sama, untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri kita sudah serap 3.000 ton” terang Maryono

Pihaknya ingin agar harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya karena kenyataanya hasil panen gabah petani yang sudah diserap oleh PT Pertani (Persero) berkualitas.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button