Kementan Pastikan Program Tanam Pangan Tetap Berjalan Meski di Tengah Pandemi Covid-19

0
WhatsApp Image 2020-06-18 at 17.16.48.jpeg 2

Kementerian Pertanian (Kementan)  memastikan program produksi dan kebijakan tanam pangan di tengah pandemi Covid-19 tetap berjalan. Kepastian ini,  dilontarkan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr.Ir Suwandi M.Si saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Agriculture Forum (IAF) yang ditayangkan EL JOHN TV. Program buah kerja sama EL JOHN TV dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) via aplikasi zoom ini,  dihadiri  ratusan  anggota HKTI.

“Mari kita bergerak bareng-bareng mendorong bahkan harus tetap berjalan. Tidak boleh berhenti walaupun dalam kondisi pandemi. Kondisi PSBB pun kita tetap jalan, bahkan kita ke daerah. Kemarin Pak Menteri keliling Kalimantan, ke Maluku, NTB, NTT, ke Sulsel jadi tidak akan berhenti. Ini untuk menggerakan semua, memotivasi semua unsur, kata Suwandi.

Suwandi menjelaskan, ada beberapa strategi yang telah disiapkan Kementan untuk memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat. Strategi itu yakni Kementan akan kejar tanam sebanyak 5,6 juta ton padi yang dimulai April hingga September 2020.  Bukan hanya itu, Kementan juga akan membangun lahan rawa di Kalimantan dan Sumsel.

“Jadi yang pertama-tama di April September, kemudian membangun rawa, karena apa, karena di saat musim kemarau rawa ini airnya surut jadi bisa tanam. Pengalaman yang dulu-dulu begitu. Kemudian yang ketiga diservikasi pangan, kita dorong pangan-pangan lokal,” ujar Suwandi.

Suwandi melanjutkan, pihaknya telah memiliki gambaran pangan yang akan dicapai sampai Juni 2020 yang telah ditanam sejak Oktober tahun lalu. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut hingga Juni, ada 5,83 juta hektar yang dipanen.

“Itu panennya 5,83 juta hektar, ini data BPS. Menghasilkan gabah kering giling 29,31 juta ton kalau di beraskan 16 juta ton dan kalau dirupiahkan sebesar 168 triliun. Data BPS menunjukkan stok prediksi sampai akhir Juli itu 8,1 juta ton, kalau Juni saja 6,8, jadi stok nambah, sampai akhir Juli nanti ada beras sebanyak 8,1 juta ton, itu sumbernya dari BPS,” terang Suwandi.

Kemudian, Kementan telah mengkalkulasi hingga akhir Desember 2020 ada surplus stok sebesar 4,77 juta ton. Hanya saja panen di tahun ini akan bergeser dari Maret ke April.

“Kemudian kita juga sudah mengkalkulasi kira-kira minimal akhir Desember nanti ada stok surplusnya itu 4,77, nah kondisi panen saat ini bergeser dibandingkan tahun lalu. Kemarin itu ada kemarau panjang di akhir tahun sehingga kalau tahun lalu panen raya puncaknya Maret, sekarang bergeser ke April kemarin,” ungkap Suwandi.

Menurut Suwandi, ada skenario yang disiapkan Kementan untuk mengerjakan tanam pangan, di antaranya . Skenario yang dikerjakan sejak April kemarin hingga  September tahun ini, di lahan seluas 5,6 juta hektar. Skenario itu difokuskan di 8 provinsi andalan, 9 provinsi utama dan 16 provinsi pengembangan.

“kita siapkan saprodinya (Sarana Produksi), infrastruktur, sampai Sepetember yang dipanen bulan Desember 15 juta ton beras. Kita optimis. Kita fokus pada yang potensinya besar, kita dorong di situ masih ada air, benih kita siapkan, kalau tidak ada air kita sumur-sumur dangkal atau sumur-sumur dalam atau embung dan seterusnya,” kata Suwandi.

Suwandi menegaskan, pihak akan mengerahkan segala kekuatan untuk mengejar  tanam di musim kering. Yang terpenting, kuncinya adalah air. “Kalau pupuk benih sudah seperti biasa, kita tingkatkan kualitasnya Setiap kecamatan kita punya target yang harus dieksekusi di level kecamatan bersama desa-desa penyuluhnya. Itulah yang menjadi kewajiban Gubernur, Bupati dan sampai ke bawah untuk mengejar ini, demi ketersediaan pangan yang cukup sampai Desember,” tegas Suwandi.

Kemudian ada skenario berikutnya adalah memfokuskan tanam di wilayah Kalimantan Tengah seluas 164 ribu hektar.  Ini skenario kedua arahan Bapak Menteri sudah dibahas di berbagai tempat fokus di Kalimantan Tengah 164 ribu hektar, ini ada kegiatan intensifikasi atau optimasi yang sudah ada eksten 79 ribu hektar di Kalimantan Tengah. Kalau di Kalimantan Selatan kemarin sudah dua ratusan hektar kita optimasi dan produksinya kelihatan menonjol ada peningkatan dibandingkan sebelumnya,” kata Suwandi.

Bukan di Kalimantan saja, Kementan juga memperhatikan potensi di Sumatera Selatan (Sumsel). Di wilayah ini, dilakukan intensifikasi karena rawanya yang sangat mendukung . “Kalau kita garap dua provinsi ini saja IsnyaAllah 1 juta ton lebih beras akan tercapai di sekitar 400 ribuan hektar. Yang lebih mudah adalah yang intensifikasi. Karena di situ lahan sudah siap, dan air tinggal mengoptimalkan yang sudah ada,” ujar Suwandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *