Kementrian Pariwisata Indonesia dalam upaya pengembangan wisata Bahari

0

arief-yahya-640x394

Indonesia yang merupakan salah satu negeri maritim sudah pasti mempunyai banyak tempat wisata yang berhubungan dengai air. Bali yang merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh turis baik mancanegra maupun turis lokal. Salah satu yang menarik dari Bali yaitu pantainya, dan itu merupakan salah satu bentuk dari wisata baharinya. Dalam pariwisata ada tiga kategori untuk wisata bahari, Costal yaitu wisata yang berhubungan dengan daderah pesisir atau yang lebih dikenal dengan pantai, Marine yaitu berhubungan dangan touring menggunakan kapal tapi tidak termasuk dengan kegaitan bawah air ya, karena kalau wisata bawah air termasuk dalam kategori Submarine. Nah hal ini lah yang tengah diupayakan kementrian Pariwisata, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata dalam Kabinet Presiden Jokowi menilai sektor yang banyak menyumbangkan devisa negera adalah Costal dan slah satunya adalah Bali.

Selain dari sektor costal Arief Yahya juga mengupayakan untuk meningkatkan dua sektor yang tersisa. Arief Yahya mengungkapkan akan mempermudah izin kapal pesiar yang masuk ke Indonesia. Tentunya hal ini dapat meningkatkan kunjungan cruise dan yacht dari negara lain. Arief juga elanjutnya akan menyiapkan 11 pelabuhan sebagai tempat berlabuh yacht dan cruise. Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia. Selai itu pemerintah juga akan mengadakan Sail Tomini 2015 yang akan digelar pada dua provinsi, yaitu Gorontalo dan Sulawesi Tengah di Teluk Tomini.

Dalam Sail Tomini tahun ini, Menteri Pariwisata mengharapkan kontribusi wisata akan semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya sampai disitu saja pemerintahan melakukan kerja sama dengan Thailand dan Malaysia dalam mengembangkan wisatanya. Sebuah program telah disiapkan untuk mendukung itu semua, Arief Yahya mengatakan, tiga program kerja sama pariwisata unggulan dengan Thailand ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Tahun ini, pemerintah Indonesia menargetkan kunjungan wisman sebesar 10 juta dan 20 juta wisman pada 2019. Wisata bahari merupakan salah satu pariwisata unggulan Indonesia selain wisata MICE  (meeting, incentive, convention, and exhibition), dan wisata perbatasan (border tourism). WIsata perbatasan merupakan program untuk menarik wisman dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste.

Melalui kerja sama itu diharapkan pertumbuhan pariwisata di tiga negara anggota ASEAN tersebut semakin meningkat. Sekaligus  mempercepat terwujudnya ASEAN Single Destination yang menjadi bagian dari diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada akhir tahun ini. Dalam kesempatan pada ASEAN Tourism Forum /ATF 2015 yang telah berlangsung berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar pada 22-29 Januari lalu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Chairman City  CNTA (China National Tourism Administration) Yu Dili antara lain membahas pelaksanaan wisata sejarah (history) memperingati ekspedi pelayaran Laksama Cheng-he yang menelusuri “Jalur Sutra” dari Tiongkok hingga ke wilayah Indonesia.

Rencananya wisata sejarah dalam pelayaran jalur sutra dimulai dari RRT dan akan singgah di Batam, Riau sekitar akhir Januari 2015. Melalui serangkaian baik itu usah mapupun program yang dirasa dapat meningkatkan lagi jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekaligus dapat meningkatkan tidak hanya devisa negara tapi juga dapat menigkatkan jumlah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Mentri Pariwisata juga berharap kalau kerja sama yang dilakukan dengan beberapa negara juga dapat saling menguntungkan beberapa pihak yang bergabung dalam kesepakatan tersebut. (arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *