Kenal Dekat Pakat, Kuliner Khas Mandailing Natal yang Populer Tiap Bulan Ramadhan
Tiap memasuki momen Bulan suci Ramadhan, Pakat selalu jadi salah satu makanan favorit bagi masyarakat Medan. Kuliner khas dari wilayah Mandailing Natal (Madina) tersebut memang cukup banyak dicari sebagai salah satu menu berbuka puasa.
Sebagai buktinya di beberapa ruas jalan Kota Medan banyak para penjual Pakat yang mulai bermunculan menjajakan kuliner unik satu ini.
Salah satunya yang ditemui Eljohnnews.com adalah Aldi, salah seorang penjual pakat di sekitaran Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas. Aldi mengaku sudah lebih dari 10 tahun setiap Ramadhan tiba ia dan keluarganya akan menjual Pakat sebagai pilihan menu berbuka puasa masyarakat Medan.
“Pakat ini sebenarnya makanan khas masyarakat Mandailing tapi kemudian makin banyak orang Medan tau, ternyata banyak pula yang suka,” ungkapnya saat ditemui sedang berjualan Pakat di Jalan Sisingamangaraja KM 11, Medan, pada hari Kamis (31/5).
Aldi yang asli Mandailing Natal ini pun menjelaskan banyak pula diantara para pembelinya yang merupakan warga negara asing atau wisatawan mancanegara.
“Banyak juga bule (red : wisatawan mancanegara) yang tertarik. Banyak mereka yang mau beli tapi tanya-tanya dulu, kadang susah kali aku menjelaskan apa Pakat ini ke mereka,” jelasnya terkait kesulitan mempromosikan Pakat kepada wisatawan mancanegara karena kendala bahasa.
Pakat ini sendiri merupakan makanan berbentuk pucuk muda dari tanaman rotan yang memiliki tekstur yang sangat lembut kemudian untuk menikmatinya biasanya dibakar atau direbus terlebih dahulu sebelum dimakan.
“Pakat bisa dinikmati langsung namun banyak juga orang yang menikmatinya sebagai pelengkap dari sayur atau makanan lain. Pakat yang ia jual berasal dari beberapa daerah seperti dari daerah Langgapayung, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Tapanuli. Untuk harga Pakat yang saya jual per batangnya adalah mulai Rp2.500 dengan panjang sekitar satu meteran,” pungkas Aldi.
Ia mengungkapkan, dalam sehari ia bisa menjual Pakat hingga lebih dari 500 batang dalam sehari selama bulan Ramadhan tiba.
“Saya dan keluarga memang sudah menjadikan Pakat sebagai dagangan saat Ramadhan karena memang banyak yang suka dan hanya ada di Ramadhan,” tutupnya.
