Kepala Desa Didorong Manfaatkan Dana Desa Untuk Kembangkan Pariwisata
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat berharap para kepala desa dapat memberi perhatian lebih terhadap perkembangan wisata lokal. Untuk mengembangkan wisata di daerahnya, kepala desa dapat memanfaatkan dana desa, seperti perbaikan infrastruktur menuju tempat wisata ataupun pemberdayaan masyarakat sekitar.
Kepala Disparbud KBB Sri Dustirawati menyebut pemanfaatan dana desa untuk pariwisata tidak menyalahi aturan, pasalnya ada aturan yang mengatur pemanfaatan dana desa tersebut. Aturan itu yakni Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018.
“Sesuai dengan Permendes itu, dana desa bisa untuk pembangunan atau perbaikan sarana prasarana menuju tempat wisata, menggelar kegiatan seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya di Ngamprah, Selasa 13 Maret 2018.
Sri melihat banyak infrastruktur yang belum memadai atau rusak untuk menopang tempat wisata lokal. Karena itu, dana desa adalah salah satu solusi yang tepat guna memperbaiki infrastruktur penunjang tempat wisata tersebut.
Pembangunan/perbaikan sarana prasarana di antaranya untuk jalan desa antara permukiman ke tempat wisata, pengadaan angkutan wisata, panggung seni budaya, kios cenderamata, dan taman rekreasi. Selain itu, Dana Desa juga bisa untuk pengadaan sanggar seni, peralatan kesenian, dan pembuatan karya seni, seperti film dokumenter.
Menurut Sri, Dana Desa tersebut bisa dialokasikan sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan dana desa untuk pengembangan pariwisata lokal sangat membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi wisata.
Di KBB, lanjut dia, ada beberapa desa yang memiliki potensi wisata, seperti Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang dan Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong dengan potensi agrowisata. Selain itu, ada juga Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan yang berpotensi untuk pengembangan wisata bumbu kuliner.
“Untuk Desa Rende, sekarang kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan ITB untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Bumbu Kuliner Nusantara. Harapannya, tentu saja kunjungan wisatawan ke KBB lebih banyak lagi,” kata Sri.
