Ketua Perhimpunan Hainan Jakarta Ajak Masyarakat Bangun NKRI

0
DSC_0009

Ketua Perhimpunan Hainan Jakarta , Tjia Apeng mengajak masyarakat untuk bersumbangsih membangun negara sesuai kemampuan yang dimilikinya. Sudah menjadi keharusan, sebagai warga  mengetahui kewajiban apa yang sudah diberikan  untuk bangsa dan negara.

“Kalau zaman perang, kewajibannya kita ikut perang, tapi sekarang sudah merdeka, kewajiban kita harus memajukan dan membangun negara Indonesia untuk rakyat. Kita harus dapat  bekerja yang dapat menghasilkan buat negara. Itu yang penting buat kita . karena semua orang yang peduli terhadap  negara, peduli terhadap  lingkungan, akan tercipta kedamaian dan ketentraman,” kata Apeng yang dikutip diprogram talk show EL JOHN TV “Inspira Talk”

Apeng sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas ) selama tujuh hari beberapa waktu lalu. Apeng menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar dapat memahami kewajiban sebagai seorang warga negara.

“Ini adalah  suatu kegiatan, suatu pendidikan yang bagus sekali, untuk anak muda, untuk generasi bangsa.  Kenapa orang itu kalau mau maju selangkah, mau naik setingkat mesti sekolah disitu. Jadi ilmu yang diajari, semuanya berpatokan pada ideologi Pancasila.

Keikutseraan Apeng dalam pelatihan bersama Lemhanas ini. karena diajak oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)  untuk mendaftar sebagai perserta pelatihan. Awalnya Apeng ragu, namun ia mencoba untuk ikut, sampai  akhirnya Apeng merasakan manfaat yang positif bagi   kehidupan berbangsa dan bernegara

“Materi utamanya pemahaman nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai Undang-undang Dasar 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Itu yang penting, jadi menjaga kesatuan NKRI  harus paham dasar negara kita itu apa.  Jadi kalau sudah paham, oohh saya, saya warga Indonesia. Disitu diajari setiap hari  teriak, “aku siapa, aku Indonesia”. Jadi  setiap pagi kita kumpul ditanya aku siapa, Indonesia begitu selama mengikuti pelatihan.” jelas pengusaha sukses ini.

Apeng berharap para yayasan atau organisasi  yang ada di Indonesia dapat mengirimkan beberapa kadernya secara rutin ikut pelatihan Lemhanas. Menurut Apeng, pelatihan ini, dapat memperkuat persatuan dan kesatuan tanpa membedakan agama, ras dan suku..

“Jadi disitu istilahnya ga ada bos, ga ada kolongmerat, ga ada pegawai semua sama. Hari terakhirnya itu, kita kompak sekali, jadi biarpun kita ini dari berbagai suku, berbagai agama yang berbeda tapi kalau sudah di negara Indonesia itu semua sama. Tetap satu bangsa satu nusa,” tutup Apeng.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *