DestinationEco TourismHeadline NewsTourism

Kini Wisata Pantai Lamangkia Takalar Tak Terawat

Wisata Pantai Lamangkia yang terletak di Desa Topejawa, Kecamatan Mangngarabombang, Takalar, Sulsel, tak lagi terurus.

Sejak abrasi menghantam bibir Pantai Lamangkia sekitar tahun 2012, tempat wisata itu tak lagi menunjukkan pesonanya.

Seluruh fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Takalar pada masa kepemimpinan Bupati Takalar Ibrahim Rewa kini porak-poranda.

Gazebo, aula, rumah penginapan, tempat penjualan ikan laut hasil tangkapan nelayan hingga ruang ganti dan kamar mandi tak lagi layak digunakan.

Atap gazebo, aula, dan kamar ganti kini tinggal rangka balok yang sudah lapuk.

Di pinggir pantai tempat wisatawan menikmati keindahan matahari terbenam kini dipenuhi dengan sampah dan ranting kayu, tak jarang ditemui kotoran ternak peliharaan warga.

Sekedar diketahui pantai yang berjarak sekitar 14 kilometer dari kota Takalar, atau 54 kilometer dari Kota Makassar itu pernah menjadi primadona wisata warga Takalar dan warga luar Takalar pada tahun 2000.

Namun, seolah pemerintah setengah hati memperbaiki tempat wisata tersebut.

Hanya tanggul penahan abrasi yang dibangun sekitar pantai, fasilitas wisata seolah diberikan pembiaran hingga saat ini.

“Pemerintah pernah memperbaiki kondisi di sekitar pantai dengan membangun tanggul penahan abrasi, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi perbaikan,” ujar seorang warga yang sedang mengumpulkan ranting kayu di sekitar pantai.

Pantai Lamangkia berada di bagian Selatan Kabupaten Takalar diapit oleh Pulau Tanakeke, Desa Cikoang, dan ujung Sungai Pappa (daerah Parialau, Takalar Lama).

Salah satu komuditas unggulan daerah ini yaitu adalah ikan tuing-tuing atau dalam bahasa indonesia dikenal dengan nama ikan terbang

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button