Kitab Chun Qiu Jing Bab 9-12 Masuk Tahap Finalisasi Penerjemahan
Setelah beberapa bulan dilakukan penerjemahan ke bahasa Indonesia, akhirnya Kitab Chun Qiu Jing (Kitab Musim Semi dan Gugur) bab 9-12 masuk ke tahap akhir penerjemahan. Pada Jumat, (09/06/2023), Kementerian Agama bersama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menggelar agenda Finalisasi Penerjemahan Kitab Chun Qiu Jing Bab 9-12 di Hariston Hotel & Suites, Jakarta Utara.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Arskal Salim, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Dr. H. Susari, MA, Ketua Pelaksana Penerjemahan Kitab Chun Qiu Jing Peter Lesmana dan Wakil Ketua Umum Matakin Ws. Wawan Wiratma mewakili Ketua Umum Matakin.
Dengan digelarnya agenda finalisasi ini maka Kitab Chun Qiu Jing yang memiliki 12 bab siap untuk dicetak dan disebarkan. Sebelumnya Matakin bekerja sama dengan Pusat LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) melakukan penerjemahan Bab 1-8.

Kepala Pusat LKKMO Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Arskal Salim, mengapresiasi kerja tim penerjemah yang berhasil menyelesaikan tugasnya. Diharapkan kitab Chun Qiu Jing bisa dijadikan kajian literatur oleh perguruan tinggi keagamaan
“Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan harapan bahwa mereka baik itu penganut agama Konghucu maupun masyarakat luas bisa mengaksesnya, bisa memahaminya ya, karena kalau masih dalam bahasa aslinya atau bahasa Mandarin kan belum tentu semua bisa memahaminya dengan mudah,” kata Prof Arskal.
Menurut Prof Arskal, kehadiran Kitab Chun Qiu Jing versi bahasa Indonesia ini, harus disosialisasikan kepada penganut agama Khonghucu maupun perguruan tinggi keagamaan. Sosialisasikan tidak hanya ditujukan untuk perguruan tinggi agama Konghucu saja, namun dilakukan untuk semua agama, mulai Islam, Kristen, Hindu dan Buddha. Hal ini penting dilakukan agar kitab Chun Qiu Jing dapat mendukung kajian agama yang sedang dijalankan Perguruan Tinggi.

“Dengan promosi yang Intens oleh Pusdikom Konghucu tentunya ini akan menambah khazanah keagamaan kita, sekaligus juga menunjukkan betapa sikap keberagaman bangsa ini begitu moderat,” ujar Prof Arskal.
Apresiasi kepada tim penerjemah juga disampaikan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Dr. H. Susari, MA. Ia berharap dalam waktu dekat Kitab Chun Qiu Jing dapat segera dicetak
“Kita masih menunggu dari tim apakah sudah benar-benar final dan bisa ditindaklanjuti dengan percetakan. Kalau bulan Juni ini sudah selesai bulan Juli kita cetak,” ungkap Susari.
Ketua Pelaksana Penerjemahan Kitab Chun Qiu Jing Peter Lesmana mengungkapkan butuh waktu dalam menerjemahkan Kitab Chun Qiu Jing karena jumlah halaman yang begitu banyak. Oleh karena proses penerjemah dilakukan secara bertahap.

“Jumlah halamannya itu sangat banyak sekali jadi kurun waktu untuk kita mengerjakan itu perlu dibagi periode periode. Nah ini kebetulan kita membagi dua periode 1 sampai 8 dan 9 sampai 12 jadi kalau kita perhatikan jumlah 1 sampai 8 dengan 9 sampai 12 itu ternyata sama, kurang lebih di atas 1000 halaman sampai 1400 seperti itu jadi memang kitab ini sangat tebal,” kata Peter.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Matakin Ws. Wawan Wiratma menyampaikan ucapan terima kasih kepada LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian dan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu yang mendukung dari awal hingga ke tahap finalisasi penerjemahan. Setelah finalisasi akan dilakukan proses kajian oleh rohaniawan agar terjemahan Kitab Chun Qiu Jing dapat sempurna dan siap untuk disebarkan.

“Tentunya setelah finalisasi akan dikaji oleh para rohaniwan agar dicetak sudah siap karena telah melewati kajian. Kami berharap semoga proses ini tidak terlalu lama, tentunya dengan kehati-hatian dalam memvalidasinya. Semoga bermanfaat untuk umat Khonghucu dan juga dapat menambah khasanah dalam kajian keagamaan,” ujar Wawan.
