KKP Ajak Nelayan Untuk Bersama Menjaga Ekosistem Laut

0
WhatsApp Image 2021-02-07 at 20.56.51

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai menggunakan alat tangkap ramah lingkungan merupakan bagian dari rasa peduli terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Karena itu, para nelayan diminta untuk bersama-sama menjaga ekosistem laut dengan memaksimalkan penggunaan alat tersebut.  Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan ini, juga dapat menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil.

Ajak kepada nelayan ini disampaikan Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar  saat mengunjungi Blanakan, Subang dan Eretan, Indramayu, Jawa Barat, belum lama ini. Kunjungan Sekjen KKP bersama rombongan ini dalam rangka mengkampanyekan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Sekjen KKP juga menyatakan kesiapannya untuk membantu para nelayan.“Tolong kita berusaha bertani di laut, kita tanam di laut itu, supaya besar-besar lagi ikannya, supaya subur lagi, dipupuk. Caranya bagaimana, pelan-pelan, karena alat tangkap mahal maka butuh dibantu, nanti alat tangkapnya kami bantu,” terang Sekjen KKP saat melakukan dialog dengan nelayan PP Blanakan.

Sekjen KKP menjelaskan, banyak manfaat menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, selain  sebagai  upaya menjaga sumber daya laut, alat tangkap ini, juga memudahkan nelayan untuk memaskan hasil tangkapnnya ke pasar, bahkan juga berpeluang besar di impor. Pasalnya pasar dunia telah  memberlakukan pengetatan untuk ikan yang ditangkap, tidak akan menerima ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan.

Sekjen KKP menyambut baik aspirasi dan saran para nelayan yang hadir di Aula Gedung KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Subang agar pemerintah juga memperhatikan bantuan alat tangkap yang sesuai dengan kapasitas kapal, pelatihan, serta alternatif usaha lain jika nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk atau paceklik.

“Itu yang kami sedang pikirkan, jadi diserasikan ikan darat dan ikan laut. Seperti di Karawang kita sedang buat contoh pembesaran ikan, baru satu bulan. Saya setuju sekali, itu masukan bagus, kami harus segera cari jalan keluarnya. Itu masukan luar biasa,” jelasnya.

Direktur Perizinan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Ridwan Mulyana yang mendampingi Antam menambahkan bahwa KKP telah menyiapkan program-program bantuan dalam masa transisi menuju laut yang berkelanjutan.

“Kita punya program bantuan dalam masa ini, ada yang namanya permodalan, bantuan kapal dan alat penangkap ikan, kemudian diversifikasi usaha nelayan, jadi selama bapak-ibu tidak melaut tetap punya penghasilan. Kita sudah punya standar mengenai alat tangkap, supaya anak cucu kita masih kenal yang namanya ikan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *