CultureDestinationEco TourismHeadline NewsTourism

KLHK Siap Bantu Kemenpar Bangun Homestay di 7 Taman Nasional

Semangat untuk memenuhi 20.000 Homestay Desa Wisata Tahun 2017 yang menjadi tema Rapat Koordinasi Nasonal (Rakornas) Kepariwisataan ke-II tahun 2017 terdengar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kementerian yang gawangi Siti Nurbaya ini membantu Kementerian Pariwisata (Kemenpar ) untuk memenuhi 20.000 Homestay tersebut.

Rencananya KLHK akan membangun Homestay di 7 Taman Nasional. Diketahui 7 Taman Nasional memiliki keindahan alam dan keindahan bawa laut yang memukau. Tak hanya itu, 7 Taman Nasional ini juga sebagai atraksi destinasi wisata bahari yang dapat memikat dunia.  Baik keindahan Taman Nasional dan atraksi yang digelar merupakan aset yang dimiliki negara untuk menarik jumlah wisatawan mancanegara (wisman). Rencana membangun Homestay ini mendapat suport dari United Nations Development Programme (UNDP).

Taman Nasional Wakatobi menjadi Taman Nasional pertama yang akan dibangun Homestay. Menurut Menteri LHK Siti Nurbaya, Homestay ini nantinya akan dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah asal Homestay tersebut akan terasa oleh masyarakat setempat.

“Dan mereka akan menjadi penjaga kelestarian seluruh taman nasional, karena itulah harta yang paling berharga, adalah Taman Nasional itu sendiri, taman yang dilihat wisatawan,” ujar Siti Nurbaya Bakar saat peluncuran buku The Mangnificent Seven: Indonesia Marine National Park di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017 lalu.

Keidahan taman laut di Wakatobi banyak diminati oleh wisman. Mereka asik berlama-lama untuk menyelam sambil melihat dengan kasat mata indahnya terumbu karang yang hidup subur di under water Wakatobi. Selain bisa menikmati keindahan bawah laut di Taman Nasional, lanjut Siti Nurbaya, Wakatobi sudah mempunyai atraksi kelas dunia. Itu artinya, program homestay yang menjadi program Kemenpar sangat tepat.
Dan itu juga bisa diarahkan untuk mengurangi pencemaran limbah di sana. “Kami dukung pengembangan homestay. Itu sekaligus mendukung konservasi di laut. Tapi jumlahnya tetap harus dibatasi sehingga tidak overload dan menggangu ekosistem dan pencemaran limbah di sana,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira dukungan KLHK untuk pengembangan homestay di seluruh Taman Nasional di bawah penguasaan KLHK. Contohnya Wakatobi, ini untuk menjaring 500 ribu wisatawan mancanegara pada 2019 agar berkunjung ke Kabupaten pemilik taman nasional yang luar biasa itu.

“Jadi kita akan membangun homestay, pemiliknya siapa? Masyarakat setempat jawabannya. kita harapkan taman-taman nasional kita, baik di darat maupun di laut bisa mensejahterakan masyarakat melalui pariwisata, tidak dengan merusak dan merambah hutan,” ujar Arief.

Arief Yahya mengatakan Wakatobi adalah satu dari 10 destinasi utama pariwisata Indonesia yang menarik perhatian wisatawan mancanegara maupun domestik. Pembangunan homestay di Wakatobi mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur amenitas dalam teori 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas).

“Homestay itu dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital sharing economy,” kata dia.

Bahkan, lanjut dia, KLHK tidak hanya memberikan izin bagi masyarakat yang diatur untuk membangun homestay desa wisata. Tetapi juga menyiapkan skema khusus pinjaman kepada masyarakat yang selama ini juga sudah berjalan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button