Kolaborasi Industri Perhotelan Sulsel Dorong Pertumbuhan Pariwisata
Industri perhotelan Sulawesi Selatan mendorong seluruh sektor turunan dari pariwisata daerah membangun kolaborasi lebih intensif guna menunjang pertumbuhan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan daya tumbuh pariwisata sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi antarsektor agar menciptakan efek berganda positif bagi perekonomian maupun kesejahteraan dalam skala luas.
perhotelan dan restoran menjadi sektor dengan daya tumbuh paling signifikan dalam komposisi perekonomian Sulsel hingga kuartal III/2018 lalu.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, sektor tersebut mencatatkan laju hingga 13,86% sepanjang sembilan bulan di 2018 ini.
Adapun ekonomi Sulsel di kuartal III/2018 tumbuh 7,29%, yang mana dari sisi produksi didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,86%.
Bahkan komponen itu melampaui kinerja pertumbuhan dari perdagangan yang hanya mampu bertumbuh 12,76%, lalu transportasi di level 11,92% serta konstruksi yang hanya bertumbuh 9,59%.
Kemudian dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor perhotelan dan restoran menarik hingga 134.009 tenaga kerja per Agustus 2018 sesuai dengan data yang dirilis BPS Sulsel.
Sementara itu, Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel menilai industri pariwisata di daerah ini masih cenderung terdapat posisi dominan oleh sektor tertentu sehingga relatif mengabaikan konsep maupun semangat sinergi Pentahelix.