DestinationTransportationTravel

Korean Air Bawa 194 Wisatawan Korea Selatan Untuk Nikmati Keindahan Lombok

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kebanjiran wisatawan asal Korea Selatan (Koresel). Wisatawan Korsel ini, tiba di  Bandara  Lombok Internasional, Kabupaten Lombok Tengah, NTB dengan menggunakan maskapai  Korean Air bernomor penerbangan KE9629, Sabtu, 29 Juli 2017.

Jumlah wisatawan Korsel yang menumpangi pesawat jenis Air Airbus 330-200  itu,  berjumlah 194 penumpang.  Pesawat mendarat dengan mulus di Bandara  Lombok Internasional,  sekitar pulul 13.10 wita.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal.mengatakan  ada tiga biro yang menawarkan kepada wisatawan Korsel yang ingin terbang bersama Korean Air ke Lombok. Ketiga biro tersebut yakni yakni Naru Tour, Matahari Tour, dan Anjani Tour. Kedatangan wisatawan Korsel ini berdampak postifi bagi pergerakan perekonomian di Lombok, hal itu terlihat dari banyaknya hotel yang dibooking .
“Tak kurang 12 hotel yang dipakai untuk menginap dan untuk flight pertama ini rata-rata di resor. Salah satunya di Gili Trawangan di Villa Ombak,” terang Fozal.

Menurut Fozan penerbangan dari Korsel ke Lombok tidak hanya kali ini saja namun akan berlanjut ke tahap berikutnya. Rencanannya penerbangan carter kedua akan dijadwalkan pada 2  Agustus 2017 akan tiba di Lombok dengan jumlah penumpang yang lebih banyak, yakni 208 penumpang.

“Ini membuktikan bahwa Korea sudah jadi pasar kita,” tegas Faozal.

Mantan Kepala Museum NTB mengaku gembira karena kedatangan pesawat Korean Air ke Bandara Lombok penuh perjuangan yang panjang dari  Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemprov NTB, Pemerintah Lombok Tengah dan semua pihak, termasuk Angkasa Pura I.

“Mudah mudahan ini menjadi kolaborasi yang baik untuk menggarap pasar Korea dan kita apresiasi yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang sudah mendukung upaya ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Promosi Asia Pasifik Kemenpar RI Vinsensius Jemadu mengatakan embrio penerbangan Korean Air saat ini tak lepas dari kunjungan Menpar Arif Yahya ke Korea pada Mei 2016. Saat itu beberapa airlines ditemui di antaranya Korean Air, Jin Air, dan Busan Air.

“Ada dua yang tertarik penerbangan ke Lombok yaitu Korea Air dan Jin. Tapi diputuskan Korean Air yang terbang,” ujarnya.

Dikatakannya, Korean Air merupakan full service airline di Korea Selatan dan salah satu anak perusahaannya, yakni Jin Air.

“Adalah hal yang menarik dari carter flight ini karena mereka dari hulu ke hilir kita pegang,” ucap Vinsensius Jemadu.

Tidak hanya itu, Korean Air mempunyai group Hanjin yang notabene merupakan travel internasional di Korea Selatan, alat transportasinya Korean Air dan di darat ada agen sendiri lagi.

Menurut dia, kedatangan Korean Air di Lombok, membuka peluang besar maskapai asal Korea Selatan tersebut, melakukan penerbangan secara reguler dari Korea ke Lombok. Tidak lagi Carter flight seperti saat ini.

“Animo masyarakat Korea dalam enam bulan terakhir ke Lombok sangat tinggi,” ucapnya.

Hal ini dikarenakan wisatawan Korea sudah penuh di Bali dan mereka cenderung mencari tempat lain dan terdekat itu ada di Lombok.

“Dari 194 penumpang tadi, semua senyum dan senang tidak sangka ada sambutan yang luar biasa,” katanya.

Ia menilai, Korean Air hadir menunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan jajarannya berkomitmen membangun pariwisata di daerah tersebut.

Melihat kesuksesan ini, Kemenpar kembali mengundang maskapai-maskapai, terutama dari Asia Pasifik untuk terbang ke Lombok langsung karena fasilitas, objek wisata dan stakeholder kompak.

“Jadi Juli, Agustus, Oktober akan dilihat dari charter flightnya, mereka akan evaluasi kalau bagus reguler dan tahun ini akan diputuskan,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada sebut Vinsensius Jemadu, sampai saat ini tamu Korea ke Indonesia mencapai 350 ribu orang dan ditargetkan sampai akhir 2017 sebanyak 550 ribu orang.

“Terbanyak wisatawan Korea ini ke Bali, baru sisanya ke Jakarta, Kepulauan Riau, dan Lombok,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button