Kristina Widowati Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lewat Solo Batik Carnival 2026

0
Desain tanpa judul (4)

El John News, Jakarta – Solo Batik Carnival (SBC) 2026 menjadi salah satu wadah bagi para pecinta budaya dan desainer untuk menampilkan kreativitas dan memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia. Salah satu peserta yang turut memeriahkan parade tersebut adalah Putri Pariwisata Nusantara Best National Costume 2024 Kristina Widowati.

Putri binaan Yayasan El John Indonesia ini kembali dipercaya untuk parade di depan warga kota Surakarta pada Sabtu (11/7/2026). Parade dimulai dari Jalan Bhayangkara dan berakhir di Halaman Taman Tawang Praja, Balai Kota Surakarta

“Saya senang sekali karena mendapatkan amanah lagi di tahun ini untuk membawa nama El John di event budaya tahunan yang luar bias aini. Selain itu, saya bisa menyapa teman-teman baru dan masyarakat sekitar yang sangat antusias terhadap budaya,” ucapnya.

Menurutnya, acara Solo Batik Carnival tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda dibanding tahun sebelumnya, di mana ia melihat banyak anak yang ikut ambil bagian dalam parade budaya.

“Ini menjadi hal yang positif karena anak-anak sudah mulai sadar akan budaya Indonesia. Kemasan Solo Batik Carnival juga sangat menarik sehingga mampu mengajak anak-anak untuk ikut terlibat,” pungkasnya.

Pada tahun ini ia mengenakan kebaya rancangan CEO Solo Batik Carnival Ade Sugriwa, berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan kostum “The Chronicle of Queen on Kasunanan Hadiningrat”.

“Saya ingin menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah, melestarikan batik, dan menjaga warisan budaya kita. Menjadi bagian dari Solo Batik Carnival lagi tahun ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Saya juga senang bisa bertemu banyak orang hebat yang memiliki kepedulian terhadap budaya,” katanya.

Kecintaannya pada budaya membuatnya tertarik untuk mengikuti berbagai festival budaya ke depannya, salah satunya adalah Solo Batik Carnival.

“Kalau diberikan kesempatan lagi, saya pasti sangat tertarik mengikuti event budaya seperti ini. Selain mengangkat nama Solo, festival seperti ini menunjukkan bahwa budaya tidak pernah mati. Kitalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia,” jelasnya.

Kristina berharap, Solo Batik Carnival maupun festival budaya lain di Indonesia dapat terus berkembang dengan menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas bangsa.

“Harapan saya, Solo Batik Carnival dan festival budaya lainnya harus tetap ada, terus berkembang, lebih kreatif, dan tetap dekat dengan anak muda. Kolaborasi antara budaya dan generasi muda adalah sesuatu yang luar biasa. Festival seperti ini mampu merangkul semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga semua bisa ikut melestarikan budaya bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap semakin banyak desainer muda yang lahir dari ajang karnaval budaya.

“Mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan karya dan keberanian dalam memperkenalkan budaya Indonesia melalui desain yang mereka ciptakan,” ucapnya.

Kristina mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga warisan budaya Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan menjadi daya tarik dunia.

“Menjaga warisan budaya itu sangat penting karena kalau bukan kita, siapa lagi? Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan itu menjadi daya tarik bagi dunia. Sebagai generasi muda, kita harus menjadi ujung tombak dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan budaya agar tetap hidup serta berjalan seiring dengan perkembangan zaman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *