EconomicHeadline News

Kunker ke Tiongkok, Tiga Menteri Sukses Bawa Pulang Kesepakatan Dagang Rp20 Triliun

Bukan main upaya yang dilakukan tiga  menteri dalam mendongkrak nilai perdagangan Indonesia ke Tiongkok, yakni Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Menteri Negara BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Mendag, Menteri BUMN dan Retno Marsudi sukses membawa pulang kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok sebesar USD1,38 miliar atau Rp20,04 triliun.

Mendag engatakan, Tiongkok  merupakan mitra dagang nomor wahid bagi Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan terus memperkuat dan mengakselerasi pertumbuhan perdagangan antar kedua negara.

“Saat ini Indonesia telah berevolusi menjadi negara pengekspor barang bernilai tambah tinggi dan berbasis teknologi dan industri,” kata Mendag.

Mendag Lutfi juga menargetkan peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok dalam tiga tahun ke depan. “Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke Tiongkok menjadi  USD100 miliar pada 2024,” tegasnya.

Capaian tersebut merupakan upaya ketiga Menteri selama kunjungan kerjanya ke Tiongkok yang dimulai pada 1-3 April 2021.

Dalam kunjungan kerjanya, Mendag, Menteri BUMN dan Menlu melakukan pertemuan secara marathon dengan   perwakilan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok  dan perusahaan kakap di negeri tirai bambu ini.

Bertemu dengan Wakil  Menteri Perdagangan RRT, Zhang Xiangchen menjadi salah satu pertemuan yang digelar Mendag.  Ada beberapa Langkah konkret dan strategis yang didapat dari pertemuan ini, yakni antara lain aktivasi pembaruan kerangka kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan RRT. Kemudian tindak lanjut untuk menggenjot ekspor Indonesia untuk beberapa produk khusus dan spesifik.

Tak hanya itu, dalam pertemuan ini juga lahir kesepakatan system perdagangan multilateral dalam kerangka WTO.  Untuk melanjutkan pembahasan yang telah disepakati, Mendag RI dan Wakil Mendag RRT akan kembali dilanjutkan pekan depan secara virtual.

Pertemuan selanjutnya, Mendag Bersama Menteri BUMN dan Menlu bertemu denhgan State Councillor atau Menteri Luar Negeri RRY, Wang Yi. Hasil pertemuan ini mencapai kesepakatan yang cukup memuaskan bagi kedua negara, seperti disepakatinya peningkatan Kerjasama ekonomi perdagangan, dan investasi, serta melanjutkan kerja sama yang lebih komprehensif untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Lutfi menyambut baik usulan untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara melalui aktivasi perundingan Trade and Investment Facility Agreement (TIFA).dengan RRT, serta optimalisasi kerangka kerja sama regional yang sudah berjalan, yaitu ACFTA dan RCEP.

“TIFA ini akan menjadi jenjang ke yang lebih tinggi, kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA,” ujarnya.

Kemudian dalam pertemuan berikutnya, Mendag bertemu dengan Ketua China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zengjun. CAWA merupakan salah satu asosiasi grosir terbesar di RRT yang para anggotanya merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan rutin mengimpor produk Indonesia, seperti produk sarang burung walet, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Lutfi mendorong agar kerja sama dengan CAWA dapat segera diperkuat dan ditingkatkan, sehingga ekspor Indonesia ke RRT dapat terus tumbuh.

Sementara, pihak CAWA menegaskan ketertarikannya untuk meningkatkan pembelian produk sarang burung walet dan buah-buahan, serta membeli produk udang dan ikan dari Indonesia.

Pada pertemuan kali ini, Mendag juga melakukan pertemuan dengan Huang Jian, Chairman Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, salah satu perusahaan importir produk sarang burung walet Indonesia terbesar di RRT.

Tahun 2020, Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, mengimpor lebih dari 50 ton produk sarang burung walet dari Indonesia senilai US$ 110 juta. Ke depan, perusahaan tersebut berkomitmen meningkatkan pembelian produk sarang burung walet Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong serta memberikan dukungan dan fasilitasi penuh terhadap eksportir produk sarang burung walet Indonesia,” ungkap Mendag.

Selain  Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, Mendag juga menggelar pertemuan dengan beberapa pimpinan perusahan besar di Tiongkong yakni CEO Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd., Winnie Hon dan Vice President Da Zhou Xin Yan (Xiamen) Biotechnology Co., Ltd, Shan Yongjun. Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd merupakan salah satu mitra strategis dan importir terbesar untuk produk sarang burung walet Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas dan mengidentifikasi beberapa hambatan utama ekspor atas produk ekspor sarang burung walet ke RRT. Selain itu, Mendag bersama Winnie Hon membahas bagaimana langkah konkret untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar ekspor produk sarang burung walet Indonesia ke RRT dapat meningkat.

Sementara, Xiamen Biotechnology merupakan importir sekaligus industri pengolahan produk sarang burung walet. Dalam 3 tahun terakhir, perusahaan tersebut menggunakan lebih dari 98% produk sarang burung walet Indonesia untuk industrinya.

M Lutfi mengapresiasi hal tersebut dan berharap Xiamen Biotechnology dapat memberikan pelatihan kepada para eksportir Indonesia mengenai pengolahan produk sarang burung walet yang baik, higienis, dan terstandarisasi.

Masih dalam rangkaian kunjungan ke RRT, Mendag juga bertemu dengan Chairman and President Shandong Jinruyi Group, Yang Yuelu. Shandong Timber & Wood Association beranggotakan pelaku usaha di bidang produk kayu dan mebel yang sebagian besar rutin mengimpor produk kayu dan mebel dari Indonesia.

Pada kesempatan ini, Mendag menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LOI) pembelian produk kayu sebesar US$ 200 juta antara Shandong Timber & Wood Association dengan Kantor Atase Perdagangan RI Beijing. Setidaknya ada 6 LOI antara importir RRT dengan Indonesia yang mencakup produk sarang burung walet, buah-buahan, serta produk kayu dan mebel.

“Total nilai kontrak LOI tersebut mencapai US$ 1,38 miliar atau senilai Rp20 triliun dengan masa kontrak hingga 202,” tutup informasi tersebut.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, ekspor Indonesia ke RRT mencatatkan rekor nilai ekspor sebesar USD 31,7 miliar. Angka ini naik sebesar 13,64% dibandingkan nilai ekspor tahun 2019.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button