Lampaui Target, Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun

0
WhatsApp-Image-2025-09-08-at-12.02.03

Program belanja daring Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang digelar pada 10–16 Desember 2025 mencatatkan kinerja melampaui ekspektasi. Total nilai transaksi mencapai Rp36,4 triliun, melebihi target awal yang dipatok di kisaran Rp33–34 triliun.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan Harbolnas 2024 yang membukukan transaksi sebesar Rp31,2 triliun. Dengan demikian, Harbolnas 2025 mencatatkan kenaikan transaksi sebesar 17 persen secara tahunan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) atas pelaksanaan Harbolnas 2025 yang dinilai sukses mendorong aktivitas perdagangan digital nasional.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Harbolnas kembali menjadi program strategis yang didukung pemerintah dan dipromosikan secara lintas kementerian dan lembaga. Menurut Mendag Budi Santoso, penyelenggaraan Harbolnas membuktikan kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri niaga elektronik dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Ia menegaskan bahwa Harbolnas tidak hanya menjadi ajang belanja tahunan, tetapi juga berperan sebagai instrumen penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya menjelang akhir tahun.

“Harbolnas 2025 mencatatkan transaksi sebesar Rp36,4 triliun, tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa perayaan belanja daring mampu menjadi stimulus efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Mendag Budi Santoso.

Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 1.300 pelaku usaha berpartisipasi, mulai dari pedagang, ritel daring, hingga penyedia layanan marketplace. Keterlibatan luas ini memperkuat peran Harbolnas sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku usaha digital.

Kontribusi produk dalam negeri juga menjadi sorotan utama. Produk lokal menyumbang 45,6 persen dari total transaksi, atau setara Rp16,6 triliun. Nilai ini meningkat sekitar 3 persen atau Rp500 miliar dibandingkan capaian tahun 2024.

Adapun tiga kategori produk lokal yang paling diminati konsumen selama Harbolnas 2025 meliputi fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta makanan dan minuman.

Mendag menilai peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform digital. Pemerintah pun berkomitmen terus mendorong UMKM agar mampu memanfaatkan momentum belanja daring melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas digital.

Selain capaian transaksi, tren perilaku konsumen juga mengalami perubahan. Fitur live shopping menjadi pilihan utama dengan tingkat minat mencapai 80 persen konsumen. Interaksi langsung dan ulasan produk secara real time dinilai menjadi keunggulan utama fitur ini.

Sebaliknya, fitur permainan atau gamifikasi seperti pengumpulan poin dan peringkat hanya diminati 31 persen konsumen, sementara fitur lelang (bid) tercatat paling rendah dengan minat 7 persen.

Metode promosi melalui afiliasi juga menunjukkan performa positif. Sebanyak 54 persen konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan afiliator di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.

Harbolnas 2025 merupakan program kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta idEA. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Mendag Budi Santoso pada 4 Desember 2025 di Jakarta.

Ke depan, pemerintah berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi pada triwulan IV. Program ini juga berjalan seiring dengan EPIC Sale dan BINA Great Sale, yang secara keseluruhan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun sepanjang 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *