Menteri Ekraf Apresiasi Ruang Publik sebagai Etalase IP Lokal saat Nataru

0
37f8fbc5-df8a-4135-80ff-5aba50cd6147

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan sektor swasta yang aktif memanfaatkan ruang publik sebagai sarana promosi produk kreatif lokal dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP), khususnya selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya, keterbukaan ruang publik bagi karya kreatif lokal tidak hanya memberi panggung bagi pelaku industri kreatif, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan agar produk anak bangsa semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.

“Periode libur Nataru membuktikan bahwa IP lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman hiburan dan belanja masyarakat. Jika ruang promosi tersedia secara berkelanjutan, karya kreatif nasional akan semakin siap menembus pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Menjelang pergantian tahun 2026, Menteri Ekraf meninjau langsung aktivitas ekonomi kreatif di sejumlah titik ruang publik di DKI Jakarta pada Rabu, 31 Desember 2025. Berbagai kegiatan kreatif yang hadir di tengah perayaan publik menunjukkan bahwa produk berbasis IP lokal telah menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan masyarakat perkotaan.

Kunjungan tersebut dimulai dari kawasan MRT Dukuh Atas, kemudian berlanjut ke IP kuliner lokal Toko Kopi Tuku, hingga pusat perayaan malam tahun baru di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pada malam pergantian tahun, Bundaran HI tampil sebagai ruang kolaboratif lintas subsektor ekonomi kreatif. Beragam pertunjukan disuguhkan, mulai dari musik, atraksi berbasis teknologi, hingga pertunjukan drone yang menampilkan karakter IP lokal Jekate sebagai simbol kekayaan intelektual dan identitas lokal.

Memasuki awal 2026, Menteri Ekraf melanjutkan agenda kunjungan ke Summarecon Mall Serpong, Banten, pada Kamis, 1 Januari 2026. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, seperti fesyen, parfum, tas, dan kuliner.

Dinamika ekonomi kreatif di Banten terlihat semakin berkembang dengan hadirnya berbagai merek karya anak bangsa yang tengah mendapat perhatian pasar nasional, di antaranya Cosmonaut Spacewear, Lakon Indonesia, Mandalika Parfum, Urban State, Bevelient, serta IP kuliner Barbeque Mountain Boys. Kehadiran merek-merek ini mencerminkan pertumbuhan industri kreatif berbasis IP yang semakin kompetitif.

Menteri Ekraf juga meninjau Holiday Food Journey Festival yang digelar di Summarecon Mall Serpong. Festival tersebut menghadirkan 44 stan kuliner dan disambut antusias oleh pengunjung, menjadi contoh nyata bagaimana ruang komersial dapat berfungsi sebagai etalase bagi IP lokal.

Pemerintah mengapresiasi kontribusi sektor swasta dalam menyediakan ruang promosi di pusat perbelanjaan sebagai bagian dari ekosistem pendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Langkah ini dinilai penting agar IP lokal dapat berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku swasta. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu memperluas ruang promosi serta mendorong semakin banyak IP lokal untuk menembus pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *