Latih Kemampuan Bahasa Mandarin, PSMTI Kota Depok Gelar Mandarin Competition
Masih dalam suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2753, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Depok menyelenggarakan Mandarin Competition di Dmall Depok, Jawa Barat, Sabtu (05/02/2022). Digelarnya kompetisi ini sekaligus untuk memperkenalkan kehadiran PSMTI Kota Depok dibawah kepemimpinan Merry Debora Solaiman S.E, M.B.A.
Kompetisi bahasa Mandarin dilangsungkan dengan menerapkan protokol Kesehatan ketat dan dihadiri undangan terbatas, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok Dadan Rustandi mewakili Walikota Depok, Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Depok dan Juliana Hindradjat sebagai perwakilan dari PSMTI Jawa Barat.
Ada empat kategori yang diperlombakan, yakni lomba menulis Hanzi untuk tingkat TK, lomba menyanyi bahasa Mandarin untuk tingkat SD, lomba bercerita bahasa Mandarin untuk tingkat SMP dan lomba pidato bahasa Mandarin untuk tingkat SMA. Para peserta nampak begitu semangat mengikuti kompetisi.
Ketua PSMTI Kota Depok Merry Debora Solaiman S.E, M.B.A. mengatakan kompetisi digelar untuk melatih kemampuan bahasa Mandarin masyarakat kota Depok. Ternyata penampilan, peserta sungguh luar biasa dalam menunjukan kemampuannya berbahasa mandarin baik melalui tulisan,bernyanyi dan pidato.
“Bahasa Mandarin sekarang sudah menjadi bahasa nomor dua di dunia setelah bahasa Inggris. Itu menjadi sebuah tuntutan zaman dan belajar bahasa Mandarin dapat meningkatkan prestasi maupun juga untuk profesi nanti kedepan. Oleh sebab itu pada saat ini, kami membuat acara sederhana untuk kehadiran PSMTI kota Depok dan juga Mandarin Competition,” kata Merry saat di wawancarai tim liputan EL JOHN News, di sela-sela acara.
Menurut Merry, kompetisi ini merupakan bagian dari program PSMTI kota Depok dalam mendorong masyarakat Kota Depok memiliki keinginan untuk belajar bahasa mandarin. PSMTI Kota Depok siap untuk membantu masyarakat yang berminat menguasai bahasa Mandarin,
“Bagaimana cara kami memperkenalkan program-program PSMTI ini yaitu dengan berbagai aktivitas. Adapun tujuan khusus dari PSMTI Kota Depok, kami akan memulai jangka pendek, yaitu kami mensosialisasikan lewat bahasa Mandarin dalam bentuk kursus untuk berbagai level masyarakat. Ini bukan hanya keterampilan bahasa untuk para siswa tetapi juga untuk para profesi yang sudah bekerja di kantor,” ujar Merry yang juga sebagai Ketua Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan Kota Depok ini.
Untuk jangka menengahnya, PSMTI Kota Depok akan memperkenalkan olahraga dari Tiongkong seperti Wushu dan Tai Chi kepada masyarakat Kota Depok, khususnya yang sudah usia lanjut.
“Jadi untuk jangka menengah, kami akan masuk ke dalam sosialisasi untuk menggerakan masyarakat Kota Depok untuk mengenal betapa bagusnya sistem atau metode olahraga dari daratan Tiongkok seperti Wushu atau Tai Chi dan juga Barongsai. Untuk jangka panjangnya, kami akan masuk ke aksi-aksi sosial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Merry.
Kepala Disporyata Kota Depok Dadan Rustandi menyampaikan apresiasinya kepada PSMTI Kota Depok yang telah menggelar kegiatan positif untuk pariwisata Kota Depok.
“Saya sangat apresiasi terhadap kegiatan ini, karena ini bisa menjadi salah satu daya tarik Pariwisata Kota Depok, ini mungkin bisa lebih besar lagi kedepannya. Kita bersama-sama jadikanlah agenda Kota Depok akan lebih baik lagi,” kata Dadan.
Dadan menjelaskan bahwa Kota Depok merupakan Kota yang telah lama mengenal suku Tionghoa. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Rumah Tua Pondok China yang terdapat di Margo City Kota Depok. Rumah Tua Pondok Cina adalah bangunan tua yang dibangun pada tahun 1841 dan bangunan tua ini menjadi saksi bisu sejarah Pondok Cina yang tak bisa dilepaskan dari perkembangan Kota Depok sejak masa Hindia Timur.
“Tentu kami, Pemerintah Kota Depok akan mendukung Kebhinekaan Tunggal Ika yang mana dari segi bahasa dan agama yang sudah diakui dan kita selalu jadikan kota Depok sebagai tempat yang aman dan nyaman buat kita semua, sesuai dengan visi Kota Depok yakni Maju, Berbudaya dan Sejahtera,” ujar Dadan.
Kompetisi ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian yakni barongsai, tarian kebudayaan Tiongkok dan tarian tradisonal Jakarta.





