Layanan Fisoterapi Dibutuhkan Untuk Percepat Penyembuhan Patah Tulang

0
Untitled.1

Patah tulang merupakan salah satu penyakit yang pemulihannya butuh proses. Ada tahapan yang harus dilakukan si pasien agar tulang yang patah dapat kembali normal. Untuk menunjang proses tersebut dibutuhkan layanan fisioterapi yakni sebuah proses perawatan yang bertujuan memulihkan, memelihara dan memaksimalkan fungsi fisik secara keseluruhan, setelah terjadinya cedera, penyakit maupun kecacatan.

Fisioterapi juga dapat membantu mengurangi risiko cedera dan penyakit tertentu dengan menjaga postur tubuh. Proses fisioterapi mencakup rehabilitasi, pencegahan cedera, serta promosi kesehatan dan kebugaran.

Syamsudin, Amd.Ft menjelaskan orang yang mengalami patah tulang, langkah pertama yang dilakukan adalah tindakan dari dokter ortopedi. Dalam menangani patah tulang, dokter ortopedi akan menanyakan keluhan yang dirasakan, kronologis kejadian, dan riwayat kesehatan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada area yang mengalami cedera atau patah tulang.

Pemeriksaan ini dilanjutkan dengan pemeriksaan pendukung menggunakan foto Rontgen, untuk melihat kondisi tulang dan jenis patahannya. Ada tiga yang dipilih dokter ortopedi tergantung kasus yang dialami si pasien yakni Pemasangan gips, pemakaian sling atau perban khusus dan Operasi

“Patah tulang ini adalah kondisi yang emergency ya, yang membutuhkan penanganan medis segera. Jadi tim dokter dulu yang menangani, nah di sini fisioterapi itu tujuannya untuk menunjang, jadi menunjang kesembuhan pasien supaya di masa pemulihan tidak ada masalah baru yang muncul,” kata Syamsudin saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN Medical Forum yang ditayangkan di EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Cinthia Kusuma Rani (Miss Earth Indonesia 2019).

Ahli Madya Fisioterapi menjelaskan selama fisioterapi, koordinasi dengan dokter ortopedi tetap dilakukan agar penanganan fisioterapi tidak menimbulkan masalah baru. Disaat pasien patah tulang, maka  otot yang berhubungan dengan tulang yang patah tersebut tidak dapat digerakan, akibatnya si pasien akan mengalami kekakuan persendian.

“Di masa pemulihan dibutuhkan fisioterapi untuk apa, contohnya begini kita patah di bagian lengan atas tapi karena selama masa imobiliasi. Jadi imobilisasi itu dibiarkan tangannya untuk tidak gerak. Jadi selama itu akan ada masalah baru yang muncul, contohnya apa kekakuan sendi nya, kemudian ada penurunan ototnya. Inilah peran fisioterapi supaya bagaimana persendiannya tadi bisa normal kembali luas gerakannya. Terus otot yang tadi menurun bisa naik kembali kekuatannya,” terang Syamsudin.

Menurut Fisioterapis RS Betha Medika ini, ada dua fase fisioterapi untuk pasien patah tulang, yakni saat masa pemulihan dan saat kondisi tulang yang patah sudah sembuh. Untuk masa pemulihan, biasanya pasien akan merasakan rasa nyeri yang pengobatannya dapat ditunjang oleh layanan fisioterapi.

Meski dokter ortopedi memberikan obat penahan nyeri, tidak ada salahnya jika layanan fisioterapi saat masa pemulihan tetap dilakukan agar dapat mempercepat proses penyembuhan Namun untuk layanan fisioterapi di masa pemulihan akan diberikan tergantung dari kondisi pasien, karena tidak semua kondisi pasien sama pasca menjalani operasi patah tulang. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, bentuk badan, kebiasaan, dan aktivitas pasien. Fisioterapis akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Ahli fisioterapi juga akan memberikan saran dan informasi tentang hal-hal yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari si pasien, seperti bagaimana teknik mengangkat atau membawa barang yang benar dan sebagainya yang membantu mempercepat proses penyembuhan.

“Jadi tehnik yang kita pakai pun disini memang harus sesuai dengan kondisi pasien ya, jadi tidak semua asal kita gerakin. Jadi ada tehnik-tehniknya sendiri. Contohnya misal tekniknya harus pakai isometric. Isometric ini adalah gerakan yang kontraksi otot yang tidak melibatkan gerakan. Tujuannya adalah untuk supaya posisi tulang yang baru patah itu tetap aman,” ujar Syamsudin.

“Untuk fase kedua yakni fase penyembuhan,  menurut Syamsudin si pasien akan dicoba untuk beradaptasi dengan lingkungan. “Jadi dengan kondisi pasca cederanya, pasca patah tulang atau rehabilitasi yang lumayan lama, di sini kita mengajarkan bagaimana adaptasi kembali kemudian meningkatkan kapasitas fisiknya yang tadi mungkin dia kerjanya ga terlalu maksimal, jadi sekarang bagaimana kita supaya dia bisa balik lagi seperti dulu,” tutur Syamsudin.

Selama fisioterapi, si pasien akan dibantu dengan alat penunjang fisioterapi. Hal ini penting karena alat dapat membantu proses pemulihan otot.

“Selain kita punya modalitas fisioterapi sendiri, kita juga punya alat-alat ya, misalkan untuk latihan pembebanan, nah kita pakai ada yang namanya, anggaplah dia patahnya di bagian kaki, nah kita adalah latihan nama alatnya itu Ankle Weight. Jadi kaya pemberat gitu untuk melatih penguatan otot-ototnya, kemudian ada juga alat-alat lain yang memang kita butuhkan untuk dipakai latihan. Contoh kaya walker yang bisa dipakai sama pasien selama masa pemulihan,” ujar Syamsudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *