Libur Akhir Tahun, Labuan Bajo Laku Keras Dikunjungi Wisatawan
Libur akhir tahun menjadi berkah bagi destinasi wisata. Itulah yang dirasakan Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggar Timur (NTT). Salah satu dari 10 destinasi prioritas itu laku keras dibanjiri wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan mendekati tahun baru, jumlah kunjungan wisatawan naik tajam.
Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu membenarkan adanya lonjakan wisatawan. Marius hingga saat yang tercatat ada 122 ribu orang yang mengunjungi Labuan Bajo.
“Sampai dengan Desember 2017, kunjungan wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo Labuan Bajo meningkat tajam, mencapai 122 ribu orang,” kata Marius, beberapa waktu lalu.
Marius menyebut jumlah kunjungan wisatawan di akhir tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan hanya mencapai 82 ribu orang. Peningkatan ini cukup memuaskan, mengingat bulan Desember merupakan low season (bukan musim liburan) di Labuan Bajo,” lanjutnya.
Marius mengatakan, pengelola Taman Nasional Komodo mencatat turis mancanegara mendominasi jumlah kunjungan yakni sebanyak 65 persen, sementara turis domestik sebanyak 35 persen.
“Saya tadi juga memantau hotel-hotel di Labuan Bajo juga penuh dan sudah diboking dari mana-mana dari luar NTT,” ujar Marius.
“Ini pertanda bahwa wisatawan sekarang memilih alternatif liburan tidak lagi hanya berpusat di Bali namun sudah bergeser ke Labuan Bajo,” lanjutnya.
Menurut Marius, peningkatan arus kunjungan tersebut didukung dengan lancarnya layanan penerbangan dari sejumlah rute ke Labuan bajo seperti dari Kupang, Denpasar, dan Jakarta.
“Bahkan frekuensi penerbangan Jakarta-Labuan Bajo telah berdampak besar bagi peningkatan arus wisatawan,” kata Marius.
Ia mengatakan, turis yang masuk ke Labuan Bajo tidak hanya mengunjungi Taman Nasional Komodo, namun banyak juga yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata sekitarnya, seperti ke Pulau Flores seperti Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, hingga Flores Timur.
Selain itu, banyak pula yang melakukan island hopping (menyeberang pulau) ke Pulau Timor, Alor, Rote, dan Pulau Sumba.
“Tren kunjungan ini tentu sangat positif karena ini menunjukkan pariwisata NTT semakin mendunia yang dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dari waktu ke waktu,” pungkasnya.
