EconomicInvestmentTechnology

Likuid Resmikan Platform Pendanaan dan Investasi

Perusahaan finansial teknologi PT Likuid Dana Bersama (Likuid) meluncurkan online platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) ke publik dengan mengusung akses terbuka yang mengincar industri kreatif dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia dengan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, serta akses investasi yang terjangkau.

CEO dan Founder Kenneth Tali mengungkapkan, produk industri kreatif dan gaya hidup sangat dekat dengan masyarakat, seperti hiburan, kuliner, fashion, kecantikan, dan kesehatan. Inovasi produk dan pelaku usaha industri tersebut  juga terus meningkat.

“Oleh karena itu, kami percaya bahwa untuk memperkuat industri ini diperlukan partisipasi masyarakat luas, tidak hanya sebagai konsumen namun juga sebagai investor. Di sinilah Likuid berperan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha dan akses investasi bagi masyarakat umum. Harapan kami, bisnis-bisnis industri kreatif menjadi lebih ramah dijangkau untuk semua kalangan, termasuk investor pemula” ungkap Kenneth

Untuk menghadirkan skema pendanaan bisnis dan investasi yang ideal, Likuid menciptakan skema Project Financing yang berbasis revenue sharing atau pembagian pendapatan dan profit sharing atau pembagian keuntungan, dimana potensi imbal hasil untuk investor sebesar 12% hingga 20%.

Skema ini memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif (atau disebut dengan urun dana) dengan minimal pendanaan Rp 100,000. Ketentuan minimal dana investasi yang relatif rendah ini sekaligus menunjukkan upaya Likuid agar kesempatan investasi ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat.

Likuid menargetkan menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan usai resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juli 2019.

“Demi memberikan dampak produktivitas yang visible bagi industri ini, Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar 40 miliar di tahun 2020. Ada enam sektor bisnis yang menjadi sasaran Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup. Di tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik” tutup Kenneth.

Saat ini, calon investor sudah dapat melakukan registrasi pada website Likuid dan mengetahui proyek pendanaan yang resmi dibuka. Likuid menargetkan calon investor sudah dapat mulai bertransaksi di website-nya dalam akhir bulan Februari ini.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close