Headline NewsPageantsTourism

Lima Besar Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021 Berkolaborasi Pulihkan Sektor Parekraf

Hingga saat ini,  sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf)  masih harus berjuang  untuk kembali bangkit dari hantaman pandemi Covid-19, apalagi kasus harian Covid-19  di beberapa daerah terus meninggi. Melihat kondisi tersebut, lima besar Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021 bergerak dengan berkolaborasi menciptakan berbagai upaya  memulihkan sektor parekraf di negeri ini.

Galih Yoga Saputro (Putra Pariwisata Nusantara 2021) mengatakan, kondisi saat ini tidak seperti dahulu, saat ini penuh tantangan yang dapat diatasi dengan cara bergandengan tangan. Tanpa kolaborasi akan sulit mencapai hasil yang maksimal karena tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir.

Galih mengungkapkan, kolaborasi yang dibangun sesame lima besar yakni dengan menggencarkan promosi berwisata dengan CHSE yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). CHSE merupakan panduan yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk para pelaku usaha wisata agar aktivitas berwisata dapat terjamin keamanan dan keselamatannya.

Menurut Galih, panduan perlu diciptakan agar masyarakat dapat berwisata tanpa rasa takut selama CHSE itu dijalankan dengan benar.

“Karena kita sedang dilanda masa pandemi. Sekarang bukan hanya sedikit orang-orang yang ketakutan untuk berwisata, bahkan keluar rumah pun tidak mau. Sebagai seorang duta wisata dan juga Putra Pariwisata Nusantara 2021, menurut saya ini tanggungjawab kita mempromosikan pariwisata kepada banyak orang supaya orang-orang itu berani untuk berwisata kembali tetapi tetap bertanggung jawab dengan menjalankan CHSE,” kata Galih saat dihubungi tim liputan EL JOHN News belum lama ini.

Untuk mempromosikan berwisata dengan CHSE ini, Galih bersama lima besar lainnya akan menggunakan media sosial sebagai wadah promosinya. Media sosial memiliki peran penting untuk menjangkau khalayak luas, apalagi semua lapisan masyarakat  telah familiar menggunakan media sosial.

Tak sekedar promosi saja namun akan disertai edukasi tentang CHSE. Hal ini dilakukan agar masyarakat maupun pelaku usaha wisata paham betul akan pentingnya menjalankan CHSE,

“Karena ketika kita berpromosi tentang pariwisata tetapi orang-orang itu tidak menegakan atau tidak diberikan edukasi tentang CHSE maka yang ada malah berpotensi meningkatkan penyebaran virus Covid-19, seperti kita menciptakan klaster baru. Jadi menurut saya penting banget memberikan edukasi CHSE pengunjung wisata. Pelaku wisata, bahkan juga para pengusaha pariwisata,” ujar pria tampan kelahiran Banten ini.

Galih yakin para lima besar sudah piawai dengan hal-hal yang berkaitan dengan promosi, pasalnya masing-masing dari mereka memiliki advokasi tentang pariwisata di provinsinya. Adovaksi yang dijalankan tersebut menjadi pijakan untuk mempermudah dalam mempromosikan sektor parekraf.

“Dipastikan kita bisa melakukan semua itu melalui media sosial kita masing. Jadi mungkin kalau kita misalkan memang ada sepuluh atau berlima punya program masing-masing dan ada advokasi yang kita satukan itu dapat dilakukan melalui media sosial. Jadi masing-masing kita memiliki program di masing-masing provinsi,” ungkap Galih.

 Hal senada juga disampaikan Afida Salsabila Azzahra (Putri Pariwisata Nusantara 2021). Wanita cantik kelahiran Blitar, Jawa Timur ini mengatakan dirinya bersama lima besar lainya sudah membahas kolaborasi ini. Hingga berita ini dimuat pembahasan tersebut masih dijalankan dan berharap akan dapat terealisasi agar sektor parekraf dapat secepatnya pulih.

Menurut Afida selain promosi, ada upaya lain yang tak kalah penting untuk dijalankan, yakni mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor parekraf. SDM merupakan unsur yang tidak boleh dilupakan, pasalnya tanpa SDM, sektor parekraf akan sulit keluar dari pandemi ini.

“Kita lebih ke peningkatan sumber daya manusia (SDM), jadi bukan hanya mempromosikan tetapi kita lebih ke bagaimana sih caranya masyarakat agar aware terhadap lingkungan sekitar dan juga memaksimalkan potensi daerah yang ada dan disitu,” kata Afida di kesempatan yang sama.

“Kita sudah promosi ke mana-mana tetapi untuk masyarakatnya sendiri kalau memang belum mumpuni  itu akan menghancurkan destinasi itu sendiri, tambahnya.

Afida optimis kekuatan berkolaborasi dapat  memulihkan kembali sektor parekraf. “Kalau bicara seberapa besar efeknya, Afidah yakin dengan adanya kontribusi yang kuat akan berdampak besar kepada pariwisata,” ujar Afida sembari mengajak semua komunitas di sektor parekraf juga ikut bahu membahu mengembalikan kembali kejayaan pariwisata Indonesia. (Sigit)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close