Lomba Memasak Lempah Kuning Meriahkan Mada Fest 2024 di Pantai Matras, Bangka

0

Mada Fest 2024 kembali mempersembahkan salah satu ajang unggulan yang selalu dinantikan oleh pecinta kuliner dan budaya lokal, yaitu lomba masak Lempah Kuning. Lomba selalu memeriahkan Mada Fest setiap tahunnya ini, digelar di hari terakhir Mada Fest 2024 di Pantai Matras, (  Minggu 30/06/2024)

Lempah Kuning, sebagai salah satu ikon kuliner khas Bangka, memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bangka. Hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah dengan rasa yang khas, tetapi juga mengandung nilai-nilai tradisional yang turun-temurun dijaga dan dilestarikan oleh generasi masyarakat Bangka.

Tahun ini ada 15 peserta dari seluruh daerah d Provinsi Bangka Belitung yang berlomba-lomba memasak Lempah Kuning andalannya.

Peserta lomba tidak hanya dinilai berdasarkan rasa hidangan mereka, tetapi juga kreativitas dalam presentasi dan keaslian dalam penggunaan bahan-bahan lokal. Tim-tim berlomba-lomba untuk menghadirkan hidangan lempah kuning yang tidak hanya lezat, tetapi juga mampu menggugah selera juri dan pengunjung Mada Fest.

Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia yakni Adilah Salsabila ( Miss Culinary Tourism Indonesia 2023/ 1 Runner Up   Putri Pariwisata Indonesia 2023) tampil sebagai anggota juri. Selain Adlah, ada dua juri lagi yakni  Feri Laskari (owner Rumah Makan Lempah Kuning Puan) sebagai Ketua, dan Yuni Windasari ( Ketua Pokja 3 PKK Kabupaten Bangka) sebagai anggota.

Ketua Juri Lomba Masak Lempah Kuning Fery Laskari, mengungkapkan kepuasannya dengan profesionalisme para peserta dan kualitas hidangan yang mereka sajikan. Meskipun semua peserta menunjukkan kualitas yang bagus, tantangan terbesar terletak pada pemilihan pemenang di antara mereka.

“Saya yakin kalau asam manisnya ketemu, asamnya ketemu, rasanya akan gurih. Semuanya bagus, tapi kita harus memilih di antara mereka,” ujar Feri Laskari. Menurutnya, penilaian tidak hanya bergantung pada kelezatan kuah, tetapi juga kualitas ikan yang digunakan. “Kuahnya enak, tapi kalau ikannya tidak berkualitas, itu masalahnya,” tambahnya.

Fery Laskari juga menyoroti pentingnya pengembangan acara seperti Mada Fest untuk mempromosikan kekayaan kuliner lokal. “Mada Fest tidak hanya tentang lempah kuning. Ada potensi untuk mengembangkan kategori-kategori lain seperti lempah jarak atau masakan khas daerah lainnya,” katanya.

Pria yang pernah menjadi juri sebelumnya ini berharap agar Mada Fest kedepannya dapat terus meningkatkan kualitas peserta, fasilitas, dan persiapan panitia. “Optimalkan promosi ke daerah, memaksimalkan pengembangan perlombaan. Semoga kedepannya bisa lebih baik,” pungkas Fery.

 Lusi Eka Putri dan Fatimah, sebagai juara pertama dalam lomba lempah kuning di Mada Fest 2024, menyuarakan kegembiraan dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih.

“Dengan ini kami sangat bangga dan terharu. Pokoknya luar biasa, gak menyangka sekali,” ungkap Lusi

Fatimah juga menyatakan perasaan yang sama, “Gembira, bahagia, pokoknya terharu banget. Gak bisa ngomong.”

Kedua juara ini menjelaskan bahwa persiapan mereka untuk lomba ini telah berlangsung hampir satu minggu. “Kami masaknya seperti biasa sehari-hari, tapi garnishnya dipikirkan sejak seminggu sebelum lomba dimulai,” kata Lusi.

Mereka berharap agar Mada Fest terus menggelar lomba lempah kuning dan juga menjadwalkan kompetisi untuk masakan khas Bangka lainnya di tahun berikutnya. “Kami berharap ada lomba rendang daging, opor, atau bahkan mpek-mpek. Biar kita bisa tahu rasanya di Bangka ini,” ungkap Lusi.

Lusi menambahkan, “Jangan hanya fokus pada lomba lempah kuning saja. Kedepannya, lebih baik jika ada variasi lomba kuliner yang lebih luas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *