Luar Biasa, Grab Raih Pendanaan Investasi Terbesar se-Asia Tenggara
A woman passes a Grab signage at their office in Singapore September 23, 2016. REUTERS/Edgar Su - RTSP2AJ
Posisi financial perusahaan jasa transportasi berbasis online Grab sepertinya semakin kuat setelah kembali menerima kuncuran dana dari Didi Chuxing dan Softbank senilai Rp 26,6 triliun. Ternyata tidak hanya dua perusahaan ini yang berinvestasi di Grab, namun Grab juga akan menerima tambahan dana sebesar US$ 500 juta. Dengan demikian total investasi yang diterima Grab pada putaran ini menjadi US$2,5 miliar atau setara Rp33,2 triliun.
Grab mengklaim pendanaan tunggal ini menjadi pendanaan terbesar yang diraih Grab dalam sejarah Asia Tenggara. Pendanaan tunggal ini dimaksudkan sebagai dana yang dikumpulkan dalam satu putaran pengumpulan investasi.
Dengan tambahan pendanaan ini, total pendanaan yang sudah diterima Grab selama ini sebesar US$3,44 milyar. Jika ada tambahan pendanaan US$500 juta, berarti total investasi yang diterima Grab menjadi nyaris menyentuh angka US$4 milyar (US$ 3,94 milyar). Pendanaan yang terakhir didapat Grab ini lebih besar dari total pendanaan yang diterima Grab sebelumnya sebesar US$1,44 milyar.
“Dengan dukungan mereka, Grab akan menjadi pemimpin pasar yang tak terbantahkan di industri ride-sharing, dan membangun GrabPay sebagai solusi pembayaran pilihan utama bagi masyarakat Asia Tenggara,” ucap Anthony Tan dalam siaran pers tertanggal Senin, 24 Juli 2017.
Perlu diketahui Didi Chuxing adalah layanan teknologi transportasi asal China yang berhasil menyingkirkan Uber dari kompetisi ride sharing di Tirai Bambu. Didi malah membeli layanan Uber tersebut di China. Sementara Softbank adalah perusahaan internet dan telekomunikasi asal Jepang yang kerap berinvestasi ke Grab.
“Dengan mempererat kemitraan strategis kami, Didi dan Grab menegaskan kembali komitmen bersama kami untuk berinvoasi pada solusi-solusi lokal terhadap tantangan pembangunan perkotaan global dari pasar dengan pertmbuhan tercepat di dunia,” jelas Cheng Wei, CEO Didi.
Hal serupa juga dilontarkan Masayoshi Son, CEO Softbank. Menurut Masyosi, Softbank berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan dengan Grab. Softbank percaya Grab merupakan perusahaan yang mengkedepankan teknologi yang bakal sukses di Asia Tenggara.
Investasi ke Grab bukan hal yang baru bagi Softbank. Softbank pernah memimpin putaraan pendanaan kepada Grab dengan nilai investasi US$750 juta atau setara Rp10 triliun pada september tahun lalu.
Dengan investasi terbaru ini, Grab menegaskan posisinya sebagai pemimpin perusahaan teknologi di Asia Tenggara, meninggalkan Gojek. Namun angka investasi ini masih setengah dari investasi yang diperoleh Uber senilai US$8,81 milya
