29366332_1834526296600157_2248582659842244608_n

Penampilan Wayang Ajen di Lapang Bakti Kota Banjar, Sabtu malam, mendapatkan sambutan luar biasa. Perhelatan pertama Wayang Ajen di Banjar ini, mampu menghadirkan ribuan warga di Taman Kota.

Anak-anak, remaja, orang tua, laki-laki dan perempuan tumpah ruah memadati lokasi pertunjukan Wayang Ajen.

Hujan deras yang menguyur Banjar sejak sore, tidak mampu menahan tingginya antusias warga untuk menyaksikan aksi wayang zaman now ini. Wayang Ajen tampil sebagai bagian dari puncak Hari Jadi ke-15 Kota Banjar

Antusiasme masyarakat disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Banjar, Nana Suryana.

“Di Banjar, baru kali ini disambangi Wayang Ajen. Masyarakat sangat antusias, apalagi digelar malam minggu, tempatnya sangat representatif, adanya di taman kota. Penonton yang tidak kebagian duduk di dekat panggung, bisa duduk di tempat yang bisa enjoy buat nonton,” katanya.

Menurutnya, atraksi Wayang Ajen berbeda dengan wayang kebanyakan. Hal inilah yang membuat masyarakat tertarik.

“Yang namanya wayang golek, masyarakat sudah tahu. Terutama masyarakat yang sifatnya tradisional. Tapi Wayang Ajen, dikemas secara modern dan zaman now kalau kata anak muda. Jadi dipandu dengan teknologi, lighting, dan beda dari yang lain,” jelasnya.

Menurut Nana, warga Kota Banjar antusias menyaksikan perhelatan Wayang Ajen. Dijelaskannya, warga Banjar memiliki ketertarikan dengan pementasan wayang.“Masyarakat di sini sangat antusias menyaksikan wayang. Buktinya penonton ribuan orang yang hadir,” tuturnya.

Hebatnya lagi, penonton yang hadir bukan hanya dari Banjar. Sejumlah pejabat dari Majalengka, Subang, Sumedang, dan Ciamis, turut menikmati aksi Wayang Ajen.

Menarriknya, dalam pementasan kali ini Wayang Ajen juga menyampaikan isu kekinian. Mulai dari kasus pembobolan rekening nasabah BRI, hingga kasus narkoba yang kian masif, juga melibatkan artis.

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, berharap suguhan Wayang Ajen dapat meningkatkan promosi pariwisata di Kota Banjar dan Jawa Barat. Terlebih, jaraknya relatif dekat dengan Jakarta.

“Dengan demikian, minat wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat akan semakin tinggi. Apalagi Wayang Ajen juga menyajikan kearifan lokal yang dikemas dalam atraksi menarik. Sehingga pesan moral tersampaikan secara apik,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menilai Wayang Ajen bisa diterima semua kalangan. Sehingga, wayang ini menjadi sebuah tontonan yang penuh tuntutan. Menpar juga berharap Pemerintah Daerah melakukan inovasi pariwisata dengan mengedepankan konsep 3A. Yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

“Semakinmeningkatnya pariwisata di satu daerah, akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dan akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Jumlah kunjungan wisatawan secara nasional pun akan terdongkrak. Sehingga pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional bisa terwujud,” katanya. (Sumber Kemenpar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *