Luhut Panjaitan Minta PSMTI Gencar Sosialisasikan Program “Bangga Buatan Indonesia”
Untuk memulihkan perekonomian nasional yang kini sedang lesu akibat pandemi Covid-19, Pemerintah kini sedang menggalakan program “Bangga Buatan Indonesia” . Program ini, merupakan gerakan nasional berbentuk gotong royong dari UMKM untuk UMKM Indonesia
Program tersebut dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, melalui rekaman video yang ditayangkan saat digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ke-18 dan Perayaan HUT PSMTI ke-22 secara virtual dari provinsi Lampung, Jumat (9/10/2020)
Program yang telah diluncurkan pada 14 Mei 2020 itu, menjadi wadah untuk ekosistem digital. Saat diluncurkan jumlah ekosistem digital yang bergabung dalam program ini terus meningkat.
“Program yang diluncurkan pada 14 Mei 2020 oleh Presiden Republik Indonesia hingga 15 September 2020 sudah mencapai 2.255.711 dalam ekosistem digital, sehingga sekarang kita sudah memiliki 10 juta lebih yang masuk dalam ekosistem digital,” ujar Luhut.
“Melalui program ini diharapkan mampu membawa optimisme dalam mengembangkan inovasi produk-produk dalam negeri,” tambah Luhut.
Luhut pun mengajak anggota PSMTI untuk ikut mensosialisasikan program Bangga Buatan Indonesia ini. Program ini diyakini Luhut dapat mempermudah pelaku usaha dalam menjual produknya melalui teknologi digital.
“Saya minta juga Bapak/Ibu sekalian dari Marga Tionghoa ini membantu untuk mensosialisasikan Program Bangga Buatan Indonesia. Saya berharap program Bangga Buatan Indonesia mampu mendorong jutaan pelaku UMKM untuk terhubung dengan wadah digital. Ini akan menjadi sebuah momentum baik untuk memperkuat kebanggan dan nilai jual produk dalam negeri,” kata Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan banyak sektor yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Kondisi itu tidak boleh dibiarkan dan juga bukan pekerjaan Pemerintah semata, namun juga harus ada kerja sama dengan masyarakat untuk dapat melawan virus yang membahayakan itu.
Menurut Luhut Cara penanganan virus ini pun harus dilakukan secara luar biasa dengan mencermati efek yang terjadi, serta tidak lepas dari anjuran WHO .
“Itu ada tugas kita untuk mencari jalan keluar masalah ini bersama-sama. Tidak ada satu resep yang pasti untuk penanganan ini. Itu memerlukan satu seni tersendiri dan science tersendiri untuk penanganannya. Tapi kami melihat saat ini, khususnya untuk Indonesia. Kita mengikuti standar internasional dengan prespektif lokal. Ini saya kira perlu dipahami, jangan kita harus membandingkan dengan negara tetangga kita yang berbeda dengan negara lainnya,” tegas Luhut.


