Mada Fest 2024 Resmi Dibuka, Ajang Kreativitas Seni dan Budaya Menghiasi Pantai Matras

0

Matras Adat Budaya Festival (Mada Fest) 2024 resmi di mulai.  Event pariwisata dan budaya unggulan Kabupaten Bangka ini, dibuka oleh Staf Ahli Pj Bupati Bangka  Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra di pantai Matras, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung, Sabtu (29/06/2024)

Event ini, turut dihadiri oleh Perwakilan  dari Direktorat Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas/Lembaga terkait dan pihak sponsor. Tak ketinggalan putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia yakni Adilah Salsabila (  Miss Culinary Tourism Indonesia 2023/ 1 Runner Up   Putri Pariwisata Indonesia 2023), ikut hadir menyemarakan acara.

Mada Fest tahun ini mengusung tema Budaye Kite dan menjad merupakan event kedua yang diselenggarakan Rumah Kreatif Matras (Rukem). Event tersebut  mendapat dukungan dari banyak pihak, seperti  Kemenparekraf; Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bangka, Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Bangka Belitung, Dinas Koperasi dan UKM Bangka Belitung dan EL JOHN Indonesia.

MADA Fest hadir sebagai wujud kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah daerah, sebagai upaya untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Bangka. Event ini, tidak hanya menjadi acara hiburan semata, namun juga sebagai wahana untuk memperkaya pengalaman budaya dan mendukung pembangunan pariwisata daerah.

Staf Ahli Pj Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Direktorat Event Daerah Kemenparekraf atas dukungan mereka yang telah sangat berarti dalam terselenggaranya event tahun ini. Beliau juga berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut untuk event-event berikutnya.

Boy Yandra juga memberikan pandangannya tentang perjalanan pariwisata Bangka dari masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 hingga upaya keras yang dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata dan kebudayaan.

“Sebagaimana kita ketahui semenjak Covid sampai 2021 kalau untuk sektor pariwisata itu down dan Alhamdulillah di 2022, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka telah bekerja keras untuk memulai lagi sektor pariwisata dan sampai saat ini terus bergeliat, ” kata Boy

Mengenai dampak positif MADA Fest bagi kampung dan pantai Matras, Boy Yandra menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini, dapat membantu dalam memulihkan dan mengembangkan kembali potensi pariwisata daerah tersebut.

“Dahulu kampung dan pantai Matras terkenal, namun  semenjak Covid mulai down, Alhamdulilah dengan adanya Komunitas Rukem yang diisi oleh anak-anak muda yang inovatif, melalui event yang dibuatnya, pariwisata di pantai Matras kini dapat terus berkembang,” ujar Boy.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Babel, Edhie Mulyadi mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Mada Fest, yang kini telah menjadi agenda nasional. Acara ini dianggap sebagai cerminan dari kreativitas luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak Matras.

 “Mada Fest merupakan suatu festival yang sudah menjadi agenda nasional yang mencerminkan suatu kreativitas yang luar biasa dari anak-anak Matras, oleh karena itu saya sebagai Perwakilan Kementerian Keuangan justru bangga atas kreativitas kawan-kawan kita di Desa Matras,” kata Edhie.

Edhi mengungkapkan Kementerian Keuangan tidak hanya melihat tanggung jawabnya dalam pengelolaan kebijakan keuangan negara, namun juga memiliki misi khusus untuk mengembangkan dan meningkatkan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UKM). 

Mulyadi menegaskan bahwa Mada Fest bukan hanya sekadar festival budaya, tetapi juga menjadi platform yang penting bagi UMKM untuk menampilkan kreativitas mereka dan memperkuat warisan budaya.

“Kementerian Keuangan tidak hanya bertanggung jawab di dalam pengelolaan kebijakan keuangan negara atau kepentingan fiskal nasional, tetapi kami sudah punya misi khusus salah satunya adalah mengembangkan dan menaikkan kelas Usaha Kecil Mikro dan Menengah itu salah satu peran kami dan kami melihat bahwa Mada Fest adalah salah satu ajang untuk menampilkan kreativitas UMKM sekaligus melestarikan budaya kita,” ujarnya

Mada Fest 2024 yang  berlangsung selama dua hari (29-30 Juni 2024) menyuguhkan berbagai macam kegiatan menarik yang mengangkat budaya dan  kearifan lokal, seperti penampilan seni tari daerah,  pembuatan kericu, Nganggung Sepintu Sedulang, lomba Lempah Kuning dan parade layang-Layang.

Selain itu event ini juga  menghadirkan 60 UMKM yang memperkenal kan produk-produk kuliner local. Sebagian UMKM yang tampil tersebut merupakan UMKM binaan kantor Kementerian Keuangan Bangka Belitung. Tak berhenti disitu, pihak panitia juga menyelenggarakan diskusi dan literasi yang bermanfaat bagi pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *