BusinessEconomicHeadline News

Malaysia Berikan Signal Berinvestasi di Indonesia Dengan Nilai Rp 120 Triliun

Wow sungguh jitu taktik yang dikeluarkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  Eko Putro Sandjojo dalam menarik Investor. Selasa malam, 23 Mei 2017, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  menggelar pertemuan bisnis dengan pengusaha Indonesia- Malaysia di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Selain Eko, pertemuan ini juga dihadiri Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Indonesia-Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut terkuak ada potensi Malaysia untuk berinvestasi di Indonesia. Potensi itu terbagi berbagai proyek, yakni proyek listrik dan pabrik semen yang nilai investasinya mencapai Rp 61,1 triliun.

Sedangkan potensi lainnya mengarah pada proyek infrastruktur dan property dengan nilai investasi mencapai Rp 65,6 triliun. Proyek tersebut ditawarkan oleh Kementerian BUMN.

Eko mengatakan pertemuan ini  merupakan tindak lanjut dari  kunjungan kerja Kemendes PDT dan Transmigrasi ke Kuala Lumpur pada tanggal 20 dan 21 April 2017. Dalam kunjungan kerja tersebut, Eko  melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, yaitu Dato Sri Mustapa Mohamed.

“Minggu kemarin kita mengajak sejumlah pengusaha dan beberapa BUMN untuk bertemu dengan pemerintah dan dunia usaha di Malaysia,” kata  Eko di sela-sela acara pertemuan di Hotel Gran Melia.

Eko menjelaskan Malaysia merupakan negara ke-7 yang memiliki investasi terbesar di Indonesia atau negara ASEAN terbesar ke-2 setelah Singapura.  Saat ini, konsentrasi investasi Malaysia masuk dalam sektor konstruksi, industri makanan, perkebunan dan perbankan.

“Tercatat pada periode Januari-Desember 2016, investasi Malaysia di Indonesia mencapai USD 1,1 miliar,” terang Eko

Menurut Eko, pemerintah kin membenahi permasalahan yang menyelimuti dunia investasi di Indonesia agar Malaysia dengan luluas menanamkan modalnya di Indonesia. Upaya yang ditempuh adalah perbaikan tata pelaksanaan penanaman modal dan industri, reformasi kebijakan, hingga deregulasi terhadap kemudahan berinvestasi.

Eko  ditunjuk sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia sesuai Keputusan Presiden No 13 M/Tahun 2017 dan mengemban beberapa tugas. Di antaranya,mencari peluang investasi khususnya dari Malaysia, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat Investasi di Indonesia, mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi,  dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Presiden.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button