Kemenpar Gelar Pelatihan Pengelolaan Homestay Untuk Aparatur Daerah di Mandalika

0
homestay mandalika

Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata benar-benar diperhatikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Berbagai pelatihan pun kerap digelar oleh Kementerian yang digawangi Arief Yahya ini. Belum lama ini Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang disasar Kemenpar untuk menggelar pelatihan SDM pariwisata.

Namun di Mandalika, peserta pelatihan merupakan aparatur daerah yang ada di Mandalika. Mereka mendapat pelatihan tentang bidang kebijakan pengelolaan Homestay yang diselengarakan pada tanggal  21Mei hingga 25 Mei 2017. Sebelumnya pelatihan yang sama juga di gelar Kemenpar di Tanjung Lesung Banten pada 19 Maret hingga 23 Maret 2017.

Aparatur daerah yang ikut dalam pelatihan ini sebanyak 20 peserta dari Dinas Pariwisata Propinsi NTB yang terdiri dari Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok

“Pelatihan ini bertujuan agar apartur daerah, khususnya di 10 destinasi prioritas, mengetahui, memahami dan mengimplementasikan kebijakan Kemenpar dalam pengembangan pariwisata Indonesia terutama kebijakan mengenai pengembangan homestay. Selain itu melalui pelatihan diharapkan dapat menyelaraskan program antara Kemenpar dengan dinas-dinas pariwisata,” kata Asdep Pengembangan SDM Aparatur, Riwud Mujirahayu.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Ahman Sya mengatakan. Aparatur Dinas Pariwisata di 10 Destinasi Prioritas akan didorong bergerak cepat.

“Semua diajak memenangkan peperangan, sebelum berperang lewat narasumber sebagai pemateri seperti Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S. Thaib, dosen dan peneliti bidang pariwisata dari Politeknik Negeri Jakarta Christina L. Rudatin, Praktisi Homestay Agus Wijono, serta Widyaiswara dari Kementerian Pariwisata,” ujar Ahman Sya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong percepatan dan Sertifikasi SDM Pariwisata untuk mencetak tenaga profesional untuk pengembangan potensi pariwisata di 10 Destinasi Prioritas. “Representasi Pentahelix Akademisi, Bisnis, Government, Community dan Media (ABGCM) harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Arief Yahya mengatakan, sejak bertugas di PT Telkom dia komitmen membangun investasi SDM. “Sangat penting untuk win the future customers (memuaskan konsumen di masa mendatang). Karena itu sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan.

Menteri lulusan Surrey University, Inggris ini berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau Kompetensi selevel ASEAN. “Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *