Malware Menyerang, ESET Kenalkan Cloud Administrator di Yogya

0
eset

Beberapa hari terakhir dunia dikejutkan peristiwa “GreyEnergy” yakni serangan malware hacker pada pembangkit listrik dan transportasi di Ukraina dan Polandia. Sontak dunia kaget bahwa saat ini serangan malware yang dahulu diketahui hanya merusak file dalam komputer saja, sudah bisa digunakan untuk menyerang sebuah objek riil seperti yang kerap dilihat di film-film action Hollywood.

Hacker dengan malware yang dibuat termasuk virus di dalamnya ternyata terus berkembang. Beberapa waktu lalu instansi pemerintahan kita dikagetkan dengan virus Ransomware, pun kemudian juga muncul laporan jaringan internet yang mendadak melemah karena digunakan untuk menambang Bitcoin oleh hacker yang menggunakan malware Bitcoin Miner.

Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita ESET Indonesia tak menampik bahaya yang bisa ditimbulkan dari adanya malware juga bisa terjadi di Indonesia dan khususnya Yogyakarta. Banyaknya generasi muda, perusahaan dan instansi pemerintahan yang memanfaatkan internet untuk kegiatan sehari-hari termasuk perekonomian tentu membuat para hacker menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan melakukan aksi yang begitu merugikan tersebut.

“Apalagi banyak sekali yang belum menyadari untuk melindungi perangkat dan data ketika berselancar di internet, akan sangat mudah diserang malware. Tidak hanya merusak file saja ternyata sekarang tapi bisa membuat sebuah objek tak berjalan dan contohnya terjadi di Ukraina di mana ESET yang berhasil mendefinisi dan mengungkapnya,” tandas Yudhi dalam temu media perkenalkan ESET Cloud Administrator Selasa (23/10/2018).

ESET Cloud Administrator menurut Yudhi berusaha memberikan bantuan bagi pengguna untuk mengamankan data dengan memanajemen keamanan melalui sistem cloud. Pencegahan masuknya malware yang dalam sehari bisa mencapai jumlah 300 ribu jenis bisa dilakukan dengan lebih mudah tanpa membangun server baru yang menelan banyak biaya.

“Cara kerjanya kami siapkan administrator yang keamanannya terpusat, terkontrol seluruh sistem dalam satu cloud atau ruang. Di sisi lain, tenaga IT yang ada tidak perlu membetulkan satu per satu komputer ketika ada malware masuk tapi dari jauh saja bisa karena ESET sudah memberikan peringatan. IT perusahaan bisa belajar mengembangkan program untuk memajukan perusahaan, tidak melulu mengurus masalah di tiap komputer melindungi data saja,” sambung dia.

Anggoro Widi Saputro, Account Manager PT Prosperita ESET Indonesia menambahkan pihaknya berusaha terus memberikan sosialisasi terkait perlindungan dari serangan malware yang juga terus berkembang. Banyak segmentasi masyarakat yang dinilai bisa menggunakan ESET cloud administrator karena bisa menghemat banyak hal sekaligus memberikan perlindungan secara menyeluruh.

“Rumah sakit bisa menggunakan untuk melindungi data, kampus dan sekolah juga bisa atau bahkan instansi pemerintah dan UKM yang sekarang ini sudah go digital. Kami berharap semakin banyak yang menyadari keamanan saat berselancar di internet agar tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab meraup keuntungan. Ini yang kami ajak untuk dicegah bersama-sama,” terangnya.

Penggunaan ESET sendiri nantinya bisa membantu pengguna untuk menangkal malware yang masuk melalui sistem peringatan dini dan metode perlakuan setelahnya. Beberapa instansi menurut Anggoro telah menggunakan sistem ESET Cloud Administrator seperti RSUP Dr Sardjito hingga hotel Royal Ambarrukmo. Ia berharap semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya keamanan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *