Headline NewsTourism

MarkPlus Tourism Gelar Diskusi Untuk Bantu Pemerintah Kembangkan Quality Tourist

Guna membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata, salah satu  bisnis pariwisata dari MarkPlus, Inc  yakni MarkPlus Tourism menggelar forum diskusi tahunan ke 5 di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Jalan Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).  Kali ini, tema yang diangkat ““Quality Tourist, Super Priority Destinations, Wonderful Indonesia”.

Sejumlah  narasumber di bidang pariwisata dihadirkan dalam forum ini, di antaranya ada yang dari asosiasi pariwisata, seperti  Ketua Umum, Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)  Didien Junaedy dan Ketua Umum, Association of Indonesia Travel Agents (ASITA) Nunung  Rusmiati.

Selain itu, juga dihadirkan narasumber dari Pemerintah, antara lain Gubernur  Provinsi Nusa Tenggara Barat – H. Zulkieflimansyah dan Direktur Utama, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores  Shana Fatina.  Forum ini dibuka oleh Chairman of MarkPlus Tourism  Hermawan Kartajaya

Hermawan mengatakan, forum ini merupakan agenda tahunan MarkPlus Tourism yang dimulai sejak 5 tahun yang lalu. Dalam forum, MarkPlus Tourism selalu meminta masukan dari Pemerintah pusat  dalam Kementerian Pariwisata maupun Pemerintah  daerah serta asosiasi pariwisata dan juga pemangku kepentingan pariwisata lainnya.

“Hari ini kita mengumpulkan definisi Quality Tourist itu apa. Kalau buat kita, kita ini kan official patner dari  GSTC (Global Sustainable Tourism Council) yang terkenal di dunia. Buat kita Quality Tourist yaitu Sustainable Tourism,” kata Pakar Marketing ini saat diwawancarai tim liputan El John News, di sela-sela acara diskusi.

Menurut Hermawan, kehadiran para narasumber untuk dimintai masukan mengenai pengertian Quality Tourist yang kini sedang difokuskan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pasalnya hingga saat ini, pengertian tentang Quality Tourist masih simpang siur.

Hermawan menyebutkan hingga sesi pertama diskusi telah disimpulkan bahwa untuk mencapai Quality Tourist harus dapat fokus mengembangkan destinasi dan juga adanya keseimbangan antara quality dan quantity

“Nanti hasil dari diskusi ini,  di rangkum antara Jakarta-Bali, karena Bali itu kan 40 persen dari pariwisata kita dan kita pusatkan di Bali dan dua-dua ini dirangkum, jadi kita kasihin ke Pemerintah dan kita kembali kepada stakeholder ini,” ujar Hermawan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close