Culinary TourismHeadline News

Mengandung Banyak Filosofi, Makan Bedulang Diangkat Menjadi Event Pariwisata

Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi daerah yang menjungjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dan saling menghargai. Tidak hanya ditunjukan dalam kehidupan, namun dalam tata cara makan pun, nilai-nilai tersebut juga diimplementasikan.

Di Belitung ada yang namanya Makan Bedulang, yakni prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari empat orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan. Hingga saat ini, prosesi itu masih dipertahankan oleh masyarakat Belitung.

“Biasanya ini disajikan untuk tamu-tamu kehormatan. Kalau di Belitung adalah istilah begawai, begawai itu semacam pesta atau resepsi untuk tamu kehormatan, biasanya pernikahan, kedatangan tamu dan sebagainya. Dan penyajiannya pun sangat unik, dan ini merupakan tradisi yang sampai hari ini terus dipertahankan oleh masyarakat kita dan oleh Pemerintahan sekarang diadopsi menjadi sebuah prosesi untuk menyambut tamu kehormatan kita,” kata Wakil Bupati (Wabup)  Belitung Isyak Meirobie saat menjadi nara sumber dalam program Indonesia Tourism Forum (ITF) beberapa waktu lalu.  Program ini menjadi program unggulan EL JOHN TV.

Tradisi makan Bedulang tentu memiliki aturan, salah satunya lewat petugas pelaksana. Petugas ini terdiri dari Mak Panggong (koordinator tata cara makan bedulang), Penata Hidangan (yang menyiapkan makanan dan peralatan makan), Tukang Berage (bertugas menaruh makanan di atas dulang), Tukang Perikse Dulang (memeriksa kelengkapan lauk pauk), Tukang Ngisi Aik (mengisi air minum ke dalam gelas), dan terakhir Tukang Ngangkat Dulang (mengangkat dulang ke hadapan para tamu).

“Karena makan bedulang merupakan tradisi turun menurun, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum makan dimulai,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Belitung ini.

Isyak menjelaskan, Bedulang diambil dari kata dulang yang berarti tutup saji.  Jadi tidak heran jika budaya ini digelar, banyak tutup saji yang  berjejer rapi. Agar  tak menghilangkan kearifan lokal, Dulang dibuat secara tradisional. Ada satu desa khuusus yang membuat tutup saji ini.

“Dulang itu ada dua komponen utama, yang pertama itu bagian bawah nampan bulatnya. Kemudian tutupnya itu yang disebut mentudong. Jadi kalau orang Indonesia menyebutnya tudung saji. Itu dibuatnya dari daun pandan laut dan itu masih tradisional dibuat oleh masyarakat kita di sebuah desa, namanya desa Terong di Kecamatan Sijuk, sebuah destinasi ekonomi khusus dan juga kawasan ekonomi kreatif kita,” ungkap Wabup Isyak.

Menurut Wabup Isyak, memiliki folosifi yang cukup banyak. Setiap item  yang ada dalam itu mengandung filosofi yang bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat.  Salah satunya, cara makan dengan bersila. Cara ini mengandung filosofi bahwa saat Makan Bedulang tidak memandang status sosial dan jabatan. Semua masyarakat yang ikut prosesi ini berkedudukan sama baik itu pejabat, pemilik perusahaan maupun masyarakat kampung.

“Kemudian yang mengambilkan  makan pun ada folosofinya. Misalnya yang mengambilkan nasi putih kepada yang lebih mudah orang tua yang mengambilnya. Filosofinya apa, yaitu orangtua harus bisa menafkahi keluarganya. Kemudian lauk pauknya diambilkan oleh yang muda kepada yang tua. Filosofinya apa orang muda menghormati yang tua. Dan sendoknya  hanya ada satu, dan jangan heran jika membuka  metudongnya,” tutur Wabup Isyak.

Karena keunikan dan mengandung folosifinya yang cukup banyak, prosesi budaya ini diangkat ke dalam sebuah event bertajuk Pesona Bedulang Belitong Nusantara dengan tema “the hidden paradise”

Event ini merupakan buah hasil kerjasama Podomoro University dan Pemerintah Kabupaten Belitung. Acara ini digelar pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020 di Neo Soho Mall, Jakarta.

Event tersebut merupakan komitmen Podomoro University untuk mengangkat dan mempromosikan kuliner dengan kearifan lokal yang tersebar  di Indonesia.

“Jadi kami punya annual event yang namanya pesona tik-tik nusantara, tahun 2015 kami itu sudah membuat pesona manis nusantara. Kemudian tahun berikutnya pesona pedas nusantara, ternyata Indonesia kaya akan sambal itu kami angkat menjadi suatu event. Kemudian pesona rendang nusantara, tahun berikutnya lagi ada pesona minuman fermentasi nusantara dan tahun ini kami ingin mengangkat pesona bedulang Belitung nusantara,” kata Dosen Senor Podomoro University,” kata Santi Palupi.

Selain itu, menurut Santi digelarnya event ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tradisi yang ada di daerah. Ternyata begitu ngomong bedulang belum banyak yang paham. Jadi kita mengedukasi masyarakat, mengedukasi terutama  generasi muda, generasi milenial supaya filosofi-filosofi yang diceritakan Pak Iskak tadi tidak hilang,” ujar penggagas  event Pesona Makan Bedulang Belitung ini. Pagelaran Pesona Bedulang Belitong akan disiarkan langsung oleh EL JOHN TV.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close