Headline NewsTourism

Untuk Membidik Turis Berkualitas, Pemasaran Pariwisata Harus Dibenahi

Quality Tourist menjadi fokus yang dibahas dalam forum diskusi yang digelar MarkPlus Tourism di di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Jalan Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020). Pembahasan tersebut dipilih karena saat ini sudah difokuskan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendongkrak devisa dari sektor pariwisata.

Ketua Umum, Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi ini mengatakan, seorang turis dapat dikatakan berkualitas jika turis tersebut mengeluarkan pengeluaran yang cukup besar saat berwisata.

“Turis berkualitas atau quality tourist adalah mereka yang pengeluarannya tinggi ketika berkunjung ke suatu destinasi. Artinya destinasi ini adalah sasaran turis dengan ekonomi di atas rata-rata. Destinasinya spesifik dan sifatnya tidak massal,” kata  Haryadi.

Haryadi menilai Indonesia memiliki potensi mengembangkan pariwisata premium, karena bicara pariwisata tak lepas dari pasar kelas premium. Hal tersebut juga terkait dengan keinginan Indonesia yang fokus pada  pengembangan pariwisata bersifat massal untuk menghadirkan jumlah wisatawan dalam jumlah banyak, khususnya mancanegara.

Menurutnya, Indonesia punya modal dalam menarik turis kelas premium, seperti wisata bahari atau wisata berbasis laut, keberadaan ecotourism seperti taman nasional, sampai kekayaan budaya. Sebagai contoh, kehadiran event-event pariwisata di berbagai daerah sekitar 50% merupakan parade budaya.

“Namun sayang sekali, kita punya modal namun tidak tahu cara memasarkannya. Bahkan beberapa wisata premium seperti resort-resort mewah di kawasan terpencil di Indonesia dikuasai asing. Padahal selain ketiga modal tadi, di Indonesia sudah banyak sekali perusahaan penerbangan sewa pribadi atau charter-an yang bisa menjangkau destinasi-destinasi eksotik targetnya turis mancanegara berkantong tebal,” sambung Haryadi.

Hal itu diamini oleh Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja. Dari total 30 anggota INACA, sebagian besar perusahaan berbasis sewaan atau charter.

“Belum lagi Indonesia sebenarnya punya 32 bandara berstatus internasional. Jadi dalam menghadirkan quality tourist tersebut sudah tersedia gerbangnya. Kalau sekarang tiket mahal pesawat selalu jadi kambing hitam menurunnya jumlah turis, quality tourist justru menargetkan pasar yang tidak sensitif harga. Pleasure yang utama. Namun saat ini sensitivitas tersebut diuji oleh penyebaran virus corona,” ungkap Denon

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close