Martinus Johnnie Sugiarto Berikan Pembekalan Pentingnya Menjaga Sikap Kepada Finalis PPI 2022

0
Untitled 1

Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto memberikan pembekalan kepada para finalis Putri Pariwisata Indonesia 2022 secara virtual. Materi pembekalan yang disampaikan tokoh pariwisata nasional itu, bertajuk “Kecerdasan Anda Bukan Apa-apa Jika Tanpa Sikap Yang Baik’.

Martinus Johnnie Sugiarto menjelaskan kecerdasan atau  kepintaran bukan segalanya jika tidak ditopang oleh perilaku atau sikap yang baik. Akan sia-sia jika seseorang yang memiliki kecerdasan namun sikapnya  buruk, maka orang tersebut tidak akan disegani, bahkan dapat dijauhkan oleh teman-temannya. Oleh karena itu, perilaku harus dikontrol dengan baik, karena dalam kehidupan sosial, masyarakat akan melihat perilaku seseorang, apakah perilakunya baik atau buruk. 

“Sikap itu sering mempengaruhi semua tindakan-tindakan kita, sikap yang benar itu bisa mengatasi banyak rintangan, tapi kalau sikapnya yang tidak benar itu justru akan menghancurkan kehidupan kita jadi kuncinya adalah sikap,” kata Marinus Johnnie Sugiarto kepada para finalis.

Martinus Johnnie Sugiarto menyebut ada dua quote dari seorang pakar dunia yang meletakan sikap ada segalanya. Quote pertama datang dari Martin Luther King, Jr yang mengatakan “fungsi pendidikan adalah mengajar seseorang untuk berpikir intensif  dan berpikir kritis. Kecerdasan plus karakter, itu tujuan pendidikan sejati”.

Kemudian quote yang kedua diambil dari pernyataan Brian Tracy yang menyebut “anda tidak dapat mengontrol apa yang terjadi pada anda tetapi anda dapat mengontrol sikap terhadap apa yang terjadi sama anda dan dalam hal itu, anda akan menguasai perubahan daripada membiarkan menguasai diri anda”.

“Siapa sih musuh kita yang paling besar, ternyata musuh kita yang paling besar ada di dalam diri kita sendiri yakni ego. Sering-sering,  gara-gara mempertahankan ego, akhirnya kita harus ta bayar mahal. Kalau kita bisa mengatasi nego, kita akan banyak teman. Oleh karena itu,  ego harus diredam  dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari,” terang CEO EL JOHN Media ini.

Martinus Johnnie Sugiarto melanjutkan untuk melahirkan sikap yang baik ada tiga faktor penunjang yang perlu diperhatikan. Pertama adalah What Your See, kedua What You Say dan ketiga What You Do.

Di saat orang melakukan pertemuan maka yang pertama dilakukan adalah melihat lawan bicaranya (what you see). Hal yang dilihat biasanya busana yang dikenakan maupun melihat perilakunya.

Busana yang dikenakan tidak rapi, orang akan menilai orang tersebut tidak suka kerapian. Namun jika sebaliknya, maka orang tersebut selalu menempatkan menomor satukan kerapian. Karena itu, para finalis diminta untuk memperhatikan busana yang dikenakan saat berkomunikasi dengan seseorang apalagi orang yang diajak berkomunikasi adalah orang-orang penting.

“Bagaimana penilaian orang setelah melihat kita, oh ternyata  orang ini rapi, sehingga orang lain akan senang dan tersenyum kepada kita, akhirnya pertemuan tersebut berlanjut,” terang Martinus Johnnie Sugiarto.

Kemudian yang kedua adalah what you saya atau apa yang ingin disampaikan. Jika yang disampaikan adalah hal-hal positif maka hubungan dalam ber-networking akan terus terjaga, namun jika yang disampaikan membuat lawan bicara tidak nyaman maka akan sia-sia networking akan dibangun.

“Ada orang begitu ketemu karena sudah berteman langsung curhat, cerita tentang curhatan dia, tentang masalah dia. Bagi orang yang diajak ngomong mungkin merasa ini cerita dia apa hubungannya dengan aku, apa pentingnya dengan aku. Orang akan merasa bahwa omongan anda tidak pada tempatnya dan tidak perlu. Nah hal-hal demikian ini harus bisa mengendalikan, kita harus bisa mengendalikan diri di saat what you say, apa yang ingin anda katakan,” tutur Martinus Johnnie Sugiarto.

Untuk yang ketiga adalah what you do atau apa yang ingin dilakukan,  setelah what you see dan whay you say sudah dijalankan dengan baik. What you do  ini mengarah pada sikap yang ditunjukan. Jika sikapnya dalam berjanji ditepati maka tiga upaya ini dijalankan dengan sempurna.

“Misalnya ada orang menawarkan proposal, dia berjanji besok  jam dua proposal itu akan dikirim, ternyata ditunggu sama kliennya sampai  jam dua tidak datang,  di  tunggu sampai sore juga tidak datang sampai akhirnya kantornya tutup. Besoknya juga tidak ada kabar, setelah sekian hari baru ada kabar. Hal-hal seperti ini, yang tidak boleh dilakukan, karena ini akan menghancurkan pertemuan. Yang pertama what you see nya sudah bagus, what you say nya juga sudah bagus, ternyata what you do nya yang tidak bagus,” ujar Martinus Johnnie Sugiarto.

Martinus Johnnie Sugiarto menegaskan What Your See,  What You Say dan ketiga What You Do harus diselaraskan agar dapat membangun jaringan sehingga dapat mempermudah meniti karir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *