Headline NewsLife StyleLifestylePageantsTourism

Martinus Johnnie Sugiarto Berpesan Finalis P3N 2021 Hindari Berpersepsi Sebelum Berkomunikasi

Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto kembali memberikan pembekalan kepada para finalis Putra Putri Pariwisata Nusantara (P3N) 2021 saat karantina batch 3 secara virtual, Rabu (24/2/2021) dan disiarkan langsung oleh EL JOHN TV. Kali ini, Tokoh Pariwisata Nasional itu, memberikan pembekalan dengan judul “Sebelum Berkomunikasi Jangan Berpersepsi Dulu”

Johnnie menjelaskan, berkomunikasi dengan seseorang harus memperhatikan hal-hal yang membuat komunikasi tidak lancar atau akan terjadi miscommunication,  salah satunya adalah berpersepsi sebelum melakukan komunikasi. Bahkan jika itu terjadi akan membuat pekerjaan menjadi berantakan.

“Bagaimana kita kosongkan dulu pikiran untuk menerima komunikasi yang akan terjadi. Jadi jangan komunikasi belum terjadi kita sudah pasang barrier di dalam pikiran kita. Di dalam benak kita, sudah kita blok dengan berbagai hal. Ini harus ada trik-triknya, ad acara-caranya bagaimana kita tidak selalu menjadi miscommunication,” kata CEO EL JOHN Media ini.

Tidak hanya komunikasi individu dengan individu yang harus menahan berpersepsi sebelum berkomunikasi, namun dalam sebuah tim atau kelompok juga harus melakukan hal yang sama.  Terkadang ada komunikasi di kelompok menjadi tidak nyambung,  lantaran ada anggotanya yang sudah berpersepsi.

“Jadi kelompok ini tidak bisa menghasilkan secara maksimal karena komunikasi internal selalu menjadi masalah. Kenapa jadi masalah karena anggota kelompok ini selalu sudah berpersepsi sebelum berkomunikasi. Nah hal-hal seperti itu tidak bisa kita tekankan harus mulai dari kamu dulu. Semua orang harus menekankan harus dimulai dari diri dia sendiri tidak dari orang lain,” ungkap Johnnie.

Menurut Johnnie, ada tiga unsur yang harus dilakukan untuk menghindari persepsi sebelum berkomunikasi, yakni informasi, komunikasi dan konfirmasi. Ketiga unsur ini, jangan sampai  ada salah satu yang tertinggal, karena informasi yang disampaikan akan gagal.

Di saat informasi itu disebarkan maka harus dikomunikasikan, terkadang masih ada orang yang menganggap informasi itu sudah selesai.  Misalnya ada pimpinan yang menginformasikan bahwa akan digelar rapat dan diumumkan kepada semua anggota group. Akan tetapi ada sebagian yang menilai itu sudah final, padahal harus ada yang dipertanyakan dan akhirnya pertemuan pun tidak sesuai harapan.

“Misalnya nih informasi itu hanya one way communication. Saya menginformasikan kepada anggota group besok jam 2 kumpul. Jangan dengan posting seperti itu, berharap oh saya sudah selesai. Itu belum karena anda baru menginformasikan, sudah dikomunikasikan belum, belum, karena itu baru sepihak. Kalau komunikasi terjadi dialog, apakah itu melalui elektronik atau langsung tatap muka, atau chatting berdua ajak ngomong,” jelas Johnnie.

Johnnie mengungkapkan tiga unsur ini sering sekali dipakai oleh wedding organizer zaman sekarang. Mereka tidak hanya bertugas untuk menyampaikan informasi namun juga harus mengkomunikasikan dan mengkonfirmasikan kepada yang diundang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang bisa datang atau tidak di saat hari pernikahan.

Selain paparan, dalam pembekalan ini juga dilakukan sesi tanya jawab kepada Founder Yayasan EL JOHN Indonesia. Salah satu yang memberikan pertanyaan datang dari finalis Putra asal Aceh yakni Risky Abdullah Said dari Aceh. Kepada Founder Yayasan EL JOHN Indonesia, Risky menanyakan tentang bagaimana menghadapi orang yang sudah berpresepsi buruk kepada kita.

Menjawab pertanyaan tersebut, Johnnie mengatakan setiap orang harus menjalankan tiga pedoman   yang baik dalam berkomunikasi yakni  what you see, what you say dan what you do. Teori ini pernah disampaikan Johnnie saat pembekalan batch dua pada Rabu (17/2/2021).  Tiga pedoman itu yang harus dipegang setiap orang agar lawan bicara tidak berpersepsi buruk kepadanya.

“Saat berbicara bisa terjadi persepsi buruk bisa juga terjadi persepsi bagus, tergantung kita bagaimana memposisikan diri kita. Ini yang kemarin itu saya pernah sharing mengenai teori what you see, what you say dan what you do. Kalau dalam rangka itu anda mengatakan sesuatu yang positif tapi perbuatan sering perbuatannya negatif maka yang timbul adalah persepsi di dalam otak orang. Wah orang ini tidak bisa dipercaya, itu tidak bisa dirubah sampai anda memperbaiki perilakunya. Kalau anda sudah bisa memperbaiki prilaku, dia akan berubah ,” terang Johnnie.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close