Mendag: Implementasi Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng Tak Boleh Rugikan Petani Kelapa Sawit

0
maxresdefault

Kebijakan implementasiDomestic  Market  Obligation(DMO)  dan Domestic  Price Obligation(DPO) tak boleh  merugikan  petani  kelapa  sawit.   Kebijakan  ini diterapkan guna memberikan jaminan stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri sehingga harga minyak goreng lebih terjangkau oleh masyarakat luas.  Demikian penegasan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta Senin (31/01/2022). 

Penegasan ini  sekaligus  memberikan  klarifikasi atas salah  tafsir  dari  pelaku  usaha  kelapa  sawit  yang menerapkan  harga  lelang di  PT  Karisma  Pemasaran  Bersama  Nusantara (KPBN) sesuai  harga DPO.

“Harga  Rp9.300/Kg adalah harga  jual  CPO untuk  20 persen kewajiban  pasok  ke dalam  negeri dalam rangka penerapan DMO. Kebijakan DMO dan DPO tersebut di salah artikan oleh beberapa pelaku  usaha  sawit  yang  seharusnya  membeli  CPO  melalui  mekanisme  lelang  yang  dikelola KPBN  dengan  harga lelang,  namun  mereka  melakukan  penawaran  dengan  harga  DPO.Hal tersebut  telah  membuat  resah  petani  sawit.  Seharusnya pembentukan  harga tetap mengikuti mekanisme lelang di KPBN tanpa melakukan penawaran harga sebagaimana harga DPO,” tegas Mendag Lutfi. 

Seperti  diketahui,    mekanisme  kebijakan  DMO sebesar  20 persen atau  kewajiban  pasok  ke dalam  negeri  berlaku  wajib  untuk  seluruh  eksportir  yang  menggunakan  bahan  baku  CPO. Seluruh  eksportir  yang  akan  mengeskpor  wajib  memasok/mengalokasikan  20 persen dari volume  ekspornya  dalam  bentuk  CPO  dan  RBD Palm Olein  ke  pasar  domestik  dengan  harga Rp9.300/kg untuk CPO dan harga RBD Palm Olein Rp10.300/kg.

“Eksportir harus mengalokasikan 20persendari volumeeksporCPO dan RBD Palm Oleindengan harga DPO kepada produsen minyak goreng untuk mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” jelas Mendag Lutfi. 

Pemerintah akan menindak tegas segala penyimpangan yang terjadi.Ketegasan ini disampaikan Mendag Lutfi sebagai bagian untuk mengawal kebijakan yang telah ditetapkan.

Ilustrasi

Sementara   itu, Dirjen Perdagangan   Luar   Negeri KemendagIndrasari   Wisnu   Wardhana menyampaikan Persetujuan  Ekspor  akan  diberikan  kepada eksportir  yang  telah  memenuhi persyaratan. 

“Persetujuan Ekspor akan diberikan kepada eksportir yang telah merealisasikan ketentuan DMO dan  DPO,  dengan  memberikan  bukti  realisasi  distribusi  dalam  negeri  berupa purchase  order, delivery order, dan faktur pajak,”tegas Wisnu. (Sumber Kemendag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *