Mendagri: Kota Surakarta Harus Menjadi “Spirit of Java”

0
Mendagri: Kota Surakarta Harus Menjadi “Spirit of Java”

Pagelaran wayang kulit yang merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memperingati hari jadi Kota Solo Ke 273 yang mengambil tema “Mapan Wargane Tumata Kuthane”. Sedianya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan hadir menyaksikan pementasan wayang. Tapi karena ada agenda yang tak bisa ditinggalkan, Sekertariat Jendral Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo yang datang mewakili. Acara wayangan juga dihadiri Wakil  Walikota Surakarta, Purnomo dan pejabat eselon I dan II Kemendagri.

Dalam kata sambutannya, Hadi menyampaikan salam dari Mendagri yang tak bisa hadir. Kata Hadi, selain  mengucapkan selamat atas HUT Kota Surakarta, Mendagri juga titip pesan untuk disampaikan kepada jajaran pemerintahan di Surakarta. Mendagri kata Hadi, berpesan agar pemerintah kota Surakarta terus melakukan evaluasi capaian kinerjanya. Sehingga  bisa meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat. Mendagri juga berharap, daya saing meningkat. Akhirnya, kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat.

“Kota Surakarta harus menjadi Spirit of Java. Kota Surakarta merupakan kota budaya,” katanya.

Sebagai kota budaya, lanjut Hadi, Surakarta tak hanya dikenal di tingkat nasional. Tapi sudah mendunia. Ini yang membuat Surakarta banyak disambangi para turis baik turis domestik maupun mancanegara. Menurut Hadi, ini berkah bagi dunia pariwisata di Surakarta. Karena itu tugas pemerintah menghadirkan layanan yang baik. Sehingga wisatawan yang datang berkunjung, merasa nyaman, aman dan betah selama tinggal di Surakarta.

“Surakarta menjadi kota nyaman bagi pariwisata untuk itulah tentunya yang terkait dengan pelayanan jasa, pariwisata dan budaya harus terus ditingkatkan dikembangkan, sehingga mampu memberikan kontribusi baik pada tingkat regional maupun tingkat nasional,” kata Hadi.

Mendagri Tjahjo Kumolo sendiri kata dia, mengapresiasi sikap masyarakat kota Surakarta yang telah memberikan kontribusi besar untuk pembangunan. Terutama sikap toleransi. Ini yang jadi spirit of java. Dan sikap toleransi jadi  kunci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Sementara itu di acara yang sama Wakil Walikota Surakarta Purnomo menambahkan pentas wayang kulit merupakan hadiah untuk warga Surakarta yang merayakan hari jadi kotanya. Kata Purnomo, Surakarta adalah kota yang bertumpu pada jasa, pendidikan, seni, budaya dan olahraga. Seni budaya yang jadi ciri khusus Surakarta sebagai sebuah kota. Bahkan ini yang jadi magnet bagi siapa pun yang berkunjung ke Surakarta. Terutama para turis baik domestik maupun mancanegara.

“Karena itu penanaman nilai budaya harus dilakukan secara dini.  Ini yang akan jadi fondasi dan benteng terhadap gempuran nilai  negatif dari budaya luar,” katanya.

Terkait pementasan wayang kulit, tambah Purnomo, bukan sekedar seni yang menghibur. Tapi kisah pewayangan itu sarat dengan makna, hikmah dan pelajaran. Ini yang harus diserap. “Kiranya pagelaran ini menjadi hadiah untuk seluruh warga Surakarta,” ucap Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *