Healthy LifeLife StyleLifestyle

Mengenal Saraf Terjepit atau HNP (Hernia, Nucleus, Pulposus)

Saraf terjepit atau HNP (hernia nucleus pulposus) adalah suatu kondisi dimana bantalan antar tulang belakang yang lembut dan seperti agar-agar menonjol, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Umumnya HNP terjadi pada punggung bawah dan leher.

Komplikasi HNP yang dapat terjadi adalah sindrom cauda equina. Gejalanya berupa kelemahan pada kedua tungkai, tidak dapat merasakan sentuhan, dan tidak bisa menahan atau mengontrol buang air.

Dokter Umum  Sun Clinic Bangka dr. Felisitas menjabarkan, Nyeri punggung atau low back pain merupakan penyakit yang umum terjadi terutama pada pekerja kantoran yang sering duduk dalam waktu lama. Sementara saraf kejepit atau yang secara medis disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP, disebabkan oleh tonjolan abnormal dari bantalan tulang yang menekan saraf-saraf di tulang belakang.

dr. Feli memaparkan, gejala Saraf Terjepit atau HNP yang paling sering terjadi adalah nyeri. Kasus HNP yang ringan sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat juga muncul gejala nyeri yang hebat. Saraf terjepit atau HNP paling sering terjadi di punggung bawah dan leher. Gejala akan muncul pada tempat terjadinya saraf terjepit atau HNP, misalnya HNP yang terjadi pada punggung bawah, akan menimbulkan gejala nyeri punggung bawah.

“Nyeri, Jika HNP terjadi di punggung bawah, maka akan muncul gejala nyeri punggung yang bisa menjalar ke bokong sampai paha, betis, dan kaki. Jika HNP terjadi di leher, gejalanya berupa nyeri di leher yang menjalar ke bahu atau lengan.

dr, feli menambahkan, Nyeri biasanya bertambah jika batuk, bersin, atau berubah posisi. Kesemutan, Penderita HNP biasanya mengeluh kesemutan di bagian tubuh yang terkena. Kelemahan Otot pada bagian saraf yang terjepit biasanya akan melemah. Akibatnya, penderita HNP semakin lama akan merasa kesulitan dalam mengangkat beban atau bahkan menggenggam.

dr, feli menjelaskan bagaimana cara mendiagnosa Saraf Terjepit atau HNP dapat dideteksi melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik yang adalah menilai refleks, kekuatan otot (motorik), kemampuan berjalan, dan fungsi sensorik.

“Sinar X Tidak dapat mendeteksi adanya HNP, tetapi dapat menyingkirkan kemungkinan lain penyebab nyeri tulang belakang—seperti infeksi, kelainan bentuk atau kerusakan tulang belakang, dan posisi tulang belakang. CT scan dapat menilai kondisi tulang belakang dari berbagai arah serta menilai struktur tulang jaringan lunak” Ungkap dr felisitas

MRI (magnetic resonance imaging) Merupakan pemeriksaan penunjang yang paling baik dalam mendeteksi HNP dan menilai bagian saraf mana yang terkena. Myelogram dilakukan dengan menyuntikkan kontras (bahan untuk memperjelas pemeriksaan radiografi) ke cairan spinal yang terletak di tulang belakang, kemudian akan dilakukan pemeriksaan X-ray. Tes ini dapat menunjukkan tekanan pada tulang belakang atau saraf akibat HNP atau penyebab lainnya.

Pada umumnya, kondisi saraf kejepit memang dapat membaik dalam waktu singkat. Tapi pada kasus tertentu, tekanan pada saraf tetap saja bisa berlangsung lama (kronis) dan menyebabkan kerusakan saraf permanen, sehingga perlu diwaspadai.

Anamnesis dan pemeriksaan fisik adalah dua cara yang bisa dilakukan dokter untuk dapat meyakinkan diagnosa pada pasien saraf kejepit. Sedangkan pemeriksaan penunjang lainnya yang mungkin dibutuhkan adalah menggunakan X-Ray anatomi tulang belakang dan MRI di jaringan lunak pada tulang belakang.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close