Menkeu: APBN Dapat Dijadikan Sebagai Investasi SDM
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti pentingnya peran kaum milenial dalam membangun negeri. Bahkan Menkeu menyebut generasi milenial sebagai aset penggerak perekonomian nasional di masa depan. Karena itu, pemerintah harus dapat memberikan perhatian lebih kepada kaum yang lahir di era 1980 hingga 1997 itu.
“Jika tiga hal ini dikurung dengan regulasi pemerintah, berarti negara menzalimi mereka. Kami ingin membuat tiga hal ini jadi potensi, bukan disaster, sehingga Indonesia bisa menciptakan suatu aset yang kreatif dan aktivitas ekonomi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” kata Menkeu dalam Seminar Utama Hari Oeang di Kementerian Keuangan Jakarta pada Kamis, 26 Oktober 2017.
Menkeu menjelaskan untuk menjadi anak muda yang kreatif, menciptakan ide dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat, maka pemerintah harus meningkatkan peranannya melalui APBN.
“Ini yang saya ingin sampaikan mungkin bagaimana peranan dari negara melalui APBN. Kenapa kami sering berkomunikasi karena tidak semua orang punya privilege. Sebagian besar dari Republik masih belum memiliki kemampuan untuk sama seperti generasi muda yang lain yang bisa memiliki tadi kesempatan dan kemampuan,” jelasnya.
Lanjutnya, oleh karena itu yang harus dilakukan Pemerintah saat ini adalah fokus untuk memanfaatkan APBN agar dapat memberikan kesempatan dalam hal investasi sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan bagi masyarakat muda lainnya. Hal ini dilakukan karena itu adalah hak rakyat sesuai dengan cita-cita kemerdekaan RI.
“Tidak mungkin bisa dilakukan kalaupun kita investasi di human capital, kalau infrastruktur tidak terbangun karena yang disebut connectedness itu hanya bisa dilakukan apabila ada infrastruktur dari mulai jalan, airport, seaport sampai dengan telekomunikasi dan listrik. Itu semuanya adalah keharusan bukan kemewahan dan bukan hobi,” jelasnya.
Selain itu, menurut Menkeu regulasi yang diterbitkan pemerintah harus mengikuti karakter yang dimiliki kaum milineal. Hal ini penting agar kreativitas kamu milenial tidak tergerus dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Karena itu, pemerintah harus mengenal apa saja karakter kamu milenial.
“Pemerintah ingin buat 3C (connectivity, confidence, creativity) ini jadi potensi, bukan disaster, sehingga Indonesia bisa menciptakan suatu aset yang kreatif dan aktivitas ekonomi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” ungkap Menkeu.