Menkeu Purbaya: Konflik AS–Venezuela Tak Tekan Ekonomi Indonesia

0
Zalfa-(16)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sedang melakukan konferensi pers APBN KiTA pada 20 September 2024 (Foto: Biro KLI Kemenkeu)

El John News, Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait isu penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat yang memicu eskalasi konflik geopolitik. Ia menilai konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, kondisi pasar keuangan domestik justru menunjukkan sentimen positif di tengah meningkatnya tensi antara kedua negara tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pasar saham Indonesia justru mengalami penguatan, meskipun situasi geopolitik global tengah memanas.

“Kalau saya lihat sih agak jauh. Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik, jadi mereka melihat justru sedikit positif. Agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ketua Dewan Komisioner LPS ini menegaskan bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia relatif terbatas, baik dari sisi ekonomi makro maupun pasar keuangan.

Menurut Purbaya, Venezuela sudah cukup lama tidak memiliki peran signifikan dalam pasar minyak dunia. Kapasitas produksi minyak negara tersebut juga dinilai terbatas, sehingga potensi gangguan pasokan global akibat konflik tidak terlalu besar.

“Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Kapasitas produksinya juga terbatas,” ujarnya.

Selain itu, secara geografis konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela dinilai cukup jauh dari Indonesia, sehingga risiko penularan dampaknya ke perekonomian nasional relatif kecil. Purbaya juga menyinggung kebijakan Amerika Serikat yang telah memberikan izin peningkatan produksi minyak di Alaska.

“Jadi enggak terlalu berpengaruh ke suplai. Ke depan, kalau peningkatan produksi dijalankan, itu akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia,” jelasnya.

Terkait nilai tukar rupiah, Purbaya menilai dampak konflik tersebut cenderung netral hingga positif. Namun, ia mengingatkan bahwa penurunan harga minyak dunia tetap perlu dicermati karena dapat berimplikasi terhadap penerimaan negara, khususnya dari sektor energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *