DestinationHeadline NewsTourism

Menpar Minta Tempat Wisata Dipasang Rambu-rambu Hadapi Libur Lebaran

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengaku sudah menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pariwisata di Indonesia untuk mempersiapkan sarana dan   prasarana tempat wisata dalam menghadapi libur Lebaran.  Diketahui  bahwa sudah menjadi tradisi tempat wisata yang ada di Indonesia  akan diserbu pengunjung saat libur Lebaran.

“Kita ingatkan terus, saya sendiri memimpin whats app group, seluruh kadispar seluruh Indonesia dan kita intens berkomunikasi disitu,” kata Menpar usai menghadiri buka puasa bersama Putri Indonesia 2016 dan anak-anak Yatim Piatu di Hotel Best Western Mangga Dua, Senin, 19 Juni 2017.

Menpar mengakui ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) selama bulan puasa. dari 20 juta wisnus  menjadi 10 juta wisnus . Namun hal bisa terbotasi dengan libur Lebaran.  Libur Lebaran ini menjadi tradisi bagi para wisnus untuk mendatanghi tempat-tempat wisata.

“Lebaran dan puasa jumlah kunjungannya 30 juta wisnus  rata-rata.   Tapi khusus  puasa kita turun drastis dari 20 juta wisnus  menjadi 10 juta wisnus. Tapi nanti  lebaran sekaligus 20 juta wisnus itu bergerak jadi  total 30 juta wisnus. Untuk orang Indonesia salah satu peak season untuk wisnus itu adalah Lebaran,” ujar Menpar.

Pernyataan Menpar ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Gabungan Industi Pariwisata Indonesia (GIPI) Bidang  Marcomm dan Destinasi Johnnie Sugiarto. Di tempat yang sama,  Johnnie mengatakan  penurunan jumlah wisatawan saat puasa hanya terjadi untuk wisnus sedangkan untuk jumlah  wisatawan mancanegara (wisman)  ke Indonesia relatif  stabil.  Meski, Johnnie mengakui  pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara arab dengan Qatar membuat sektor pariwisata Indonesia sedikit terkejut. Kendati demikian Founder and Chairman EL JOHN Pageants  ini  yakin krisis dipolmatik di Timur Tengah tidak akan mempengaruhi banyak jumlah wisman yang berplesiran ke Indonesia.

“Yang booking melalui mereka (Qatar Airways.red)  sudah banyak ternyata pesawatnya di embargo oleh banyak negara.  Itu juga menjadi problem kita, kalo itu problem semua akan kehilangan 400.00 ribu turis  pertahun.  Tetapi pasti tidak kehilangan 400, karena sebagian yang sudah niat ke Indonesia, dia bisa beli pesawat lain,  tapi ada juga yang membatalkan , Jadi keganggu tapi keganggu berapa belum tau, karena  lagi dievaluasi, “ terang Johnnie.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button