PUTRI Akan Support Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Wisata
Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) mungkin masih belum terkenal seperti PHRI dan ASITA yang bergerak di bidang pariwisata Indonesia. Namun kinerja PUTRI juga patut diperhatikan apalagi berhubungan dengan pariwisata terutama atraksi wisata. Sejak terakhir Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan homestay desa wisata di Rakornas II Kepariwisataan Mei 2017 lalu.
Program yang berbasis desa wisata sudah mulai diperhatikan dan didorong untuk menunjukkan taring budaya atau kearifan lokal di Bali. Ketua PUTRI Provinsi Bali, IGAA Inda Trimavo Yudaa mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi bersama dengan segenap pengusaha taman rekreasi dan pariwisata untuk mendorong pariwisata Bali.
Pengusaha tersebut merupakan pengusaha yang fokus terhadap taman wisata, taman rekreasi, museum dan desa wisata. Pihaknya akan terus fokus terkait pengembangan Desa Wisata sebagai tonggak pertumbuhan ekonomi Bali.
“Bahwa PUTRI nanti akan berpartner ke Pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota se Bali, dilibatkan dalam setiap proses dan kami akan melakukan lomba objek pariwisata,” ujar Inda pada 20 Juni 2017.
Dia mengakui bahwa dalam mengenai persoalan Desa Wisata atau Kearifan lokal sebagai tonggak utama pariwisata masih sangat sulit untuk direalisasikan dan memang tidak mudah dilakukan.
Sebagai contoh adalah persoalan Desa Songan yang berpotensi wisata cukup besar apalagi dengan adanya Geopark. Namun masyarakat sana hanya fokus dan bergantung pada tambang pasir untuk mencari nafkah. Maka harus ada sosialisasi terkait karena pengembangan harus saling bersinergi.
“Itu PR kita bersama. Maka, kita harus mulai dengan melakukan survey untuk mendapatkan informarsi yang akurat. Kita jadikan bahan untuk menyusun action plan. Dan kita akan berkoordinasi dan melibatkan masyarakat lokal, koordinator desa wisata, ASITA sebagai user, HPI dan pemerintah agar tepat sasaran,” ungkap Inda.