DestinationHeadline NewsTourism

Menpar Optimis Pariwisata Jadi Leading Sector Pada Tahun 2019

Bukan hanya soal penghargaan dari UWNTO, namun saat wawancara  dengan EL JOHN TV yang dipandu host Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menjelaskan soal  pariwisata sebagai devisa negara. Terkait hal ini Menpar pun optimis Pariwisata Nasional bakal menjadi leading sektor mengalahkan sektor-sektor lainnya seperti  minyak dan gas. Leading sector yang nanti diperankan oleh pariwisata nasional juga merupakan amanat Presiden Jokowi

Menpar menjelaskan untuk menjadi leading sector , pariwisata nasional harus memenuhi minimal  tiga dari empat syarat yang diajukan dunia. Ketiga syarat itu pun kini sudah dipenuhi,  seperti  keindahan alam dan budaya Indonesia yang hingga kini  terus masuk di 21 besar. Selain itu, persaingan harga yang dimiliki Indonesia di sektor pariwisata selalu merangkak di lima besar dunia. Dan yang ketiga adalah pelayanan semua segmen. Cukup dengan tiga syarat itu, tidak menutup kemungkinan pariwisata bakal menjadi  penyumbang devisa terbesar dibandingkan sektor lain.

“Nah ini kita sudah punya tiga dari empat syarat untuk memenangkan persaingan. Jadi kemungkinan besar negara ini dengan lebih mudah bisa memenangkan persaingan menjadi yang terbaik sekaligus menjadi penghasil devisa terbesar nanti di tahun 2019,” kata Menpar  di program wawancara dengan  EL JOHN TV, Senin, 18 September 2017.

Bukan hanya meningkatkan devisa,  yang perlu diperhatikan juga  pertumbuhan pariwisata.Hal inilah yang juga ditanyakan Johnnie Sugiarto kepada Menpar. Menurut Menpar untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata  ada dua hal yang harus dikerjakan yakni selalu memperbaiki Travel and Tourism Competitiveness Index atau TTCI. Untuk memperbaiki indeks pariwisata perlu terobosan yang dapat meningkatkan kunjungan jumlah wisatawan seperti  Malaysia dan Singapura,

“Dulu kita masuk ke Indonesia sangat susah contohnya Malaysia  dan Singapura sudah lebih dari 150 negara bebas visa, kita baru 15 negara akhirnya negara-negara utama kita bebaskan namun hal itu diatur dalam TTCI bahwa kalo mau  meningkatkan pariwisata indeks pariwisatanya harus diperbaiki,” ujar Menpar.

Sedangkan hal lain yang patut  diperhatikan adalah branding. Menpar mengakui dahulu branding pariwisata nasional yakni wonderful indonesia tidak dikenal masyarakat internasional dan tertinggal  jauh dengan branding pariwisata Malaysia dan Thailand.

“Nah disini kita punya program khusus untuk national brand. Hasilnya luar biasa dari yang semula tidak ada rangkingnya melompat hampir 100 peringkat menjadi rangking 47 mengalahkan Truly Asia Malaysia di rangking 96 dan Amazing Thailand yang rangking 83. Jadi kalo jawaban singkatnya bertingkah lakunya sebagaimana kita dinilai oleh dunia,” ungkap Menpar.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button