Menpar Terus Dorong Pengunaan Digitalisasi Pariwisata Nasional

0
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyimak pertanyaan anggota Komisi X dalam rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta,

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyimak pertanyaan anggota Komisi X DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/10). Raker tersebut membahas penyesuaian RKA-K/L Kementerian Pariwisata Tahun 2017 sesuai hasil pembahasan Banggar DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tidak pernah berhenti untuk mengkampanyekan penggunaan media digital sebagai wadah untuk mempromosikan pariwisata nasional. Bahkan akhir-akhir ini penggunaan digital untuk  mempromosikan suatu produk sudang sangat  pesat di dunia.

Menpar mengakui Indonesia saat ini masih sangat lemah dalam penggunaan media digital, padahal destinasi wisata yang dimiliki Indonesia begitu indah . Seharusnya Indonesia yang  kaya akan destinasi wisata harus didukung dengan promosi digital yang massif.

“Yang paling lemah kita sebenarnya promosi. Kita punya produk bagus, selalu top 20 dunia. Dari sisi harga, kita juga bagus, selalu top 5 dunia, yang lemah di promosi,” kata Menpar usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Kemneko Kemaritiman, Jakarta, Senin, 2 September 2017.

Kendati promosi Wonderful Indonesia telah menempati posisi 47 dunia, mengalahkan “Truly Asia Malaysia” dan “Amazing Thailand”, Arief mengaku akan terus mendorong agar promosi pariwisata Tanah Air terus melambung.

Dukungan tersebut diberikan melalui alokasi anggaran untuk promosi digital yang meningkat dari sebelumnya.

“Kita akan lebih mentransformasikan diri ke digital. Kalau dulu digital hanya sepertiga (anggaran), sekarang 50 persen anggaran kita alokasikan untuk digital. Karena 70 persen wisatawan itu sudah search and share (cari dan bagikan) di era digital,” katanya.

Seperti diketahui baru-baru ini Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan rilis terkait jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juli 2017. Hasilnya disebutkan kunjungan wisman di bulan Juli  2017. mencapai 1,35 juta wisman.  Angka ini menunjukan ada kenaikan dibandingkan bulan Juni 2017 yang hanya mencapai 1,11 juta wisman.

Selain itu, kenaikan ini juga terjadi secara year 0f year atau dari tahun ke tahun. Di bulan Juli 2016 lalu jumlah wisman yang mendatangi Indonesia hanya sebesar 1,03 juta orang jika diperbandingkan dengan bulan Juli 2017 yang mencapai 1,35 juta wisman maka terjadi kenaikan sebesar 30,85 persen.

Sementara itu, secara kumulatif, untuk total jumlah wisman di Januari-Juli 2017, total kunjungan wisman mencapai 7,81 juta kunjungan. Angka ini diklaim BPS juga meningkat dibanding periode sama tahun lalu. “Naiknya dibandingkan tahun lalu 23,53%. Karena di bulan lalu itu wisman yang datang 6,32 juta kunjungan,” imbuhnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *