Menparekraf Ajak Swasta Ikut Program Work From Bali

0
WhatsApp Image 2021-06-20 at 11.06.16

Tak hanya bagi Aparatur Sipil Negeri (ASN), namun kebijakan Work From Bali (WFB) diharapkan  juga  dapat dijalankan  pihak swasta. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada acara “Weekly Press Briefing” yang digelar secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Sandiaga, yang terpenting adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan saat bekerja di Bali. Ajakan agar pihak swasta ikut menjalani WFB ini merupakan bagian dari kolaborasi dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata  dan ekonomi kreatif (ekraf) di Pulau Dewata.

“Memang kebijakan ini dimulai dengan ASN kementerian/lembaga, namun pihak swasta juga diarahkan untuk harus melakukan kegiatan atau pertemuan di daerah termasuk Bali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Karena kita ingin asosiasi, dunia usaha, pemerintah, serta institusi pendidikan untuk bersama-sama berkolaborasi mendukung kebijakan Work from Bali ini,” kata Sandiaga.

Jika tidak ada hambatan program WFB akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini. Saat ini, sedangk dilakukan persiapan untuk mensukseskan program tersebut.

”Kebijakan Work From Bali yang dikoordinasikan oleh Kemenko Marves terus kita persiapkan dan mudah-mudahan di kuartal ketiga akan kita luncurkan secara bertahap,” ujar Sandiaga.

Sandiaga tak memungkiri hingga saat ini Bali masih mengalami kontraksi akibat pandemi. Kondisi itu tidak boleh didiamkan justru ada langkah yang cepat untuk menggairahkan kembali sektor parekraf di Bali.

Oleh karena itu Sandiaga mengajak semua memiliki kepentingan terhadap sektor parekraf Bali untuk bersama-sama memulihkan Bali agar kiblat pariwisata nasional  kembali dapat berkontribusi  untuk pertumbuhan perekonomian negeri ini.

Dari data yang saya dapat beberapa waktu lalu, bahwa kontraksi di Bali berlanjut dan angkanya ini tidak terlalu jauh dibandingkan dengan kuartal pertama, malah termasuk kategori yang cukup dalam,” ungkap Sandiaga

“Untuk itu, harus kita sikapi segera, kita harus bergerak cepat, dan kita harus move on dengan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu bagi yang betul-betul membutuhkan. Kalau tidak akan terjadi permanent damage atau kerusakan yang total dan kerusakan yang fatal. Jadi itu yang kita harapkan, bersama kita pulihkan pariwisata Bali,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *