Menparekraf Dorong Daya Tarik Desa Wisata Bilebante Lombok Diperkuat
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program yang difokuskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Pengembangan desa wisata dinilai penting untuk membantu memulihkan sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.
Desa wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu desa yang ikut dikembangkan orang nomor satu di Kemenparekraf ini. Untuk pengembangannya, Menparekraf akan mendorong berbagai potensi dan daya tarik yang ada di desa ini. Apalagi Mandalika sedang dibangun sirkuit MotoGP yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Selain itu, upaya ini dilakukan agar masyarakat meyakini bahwa sektor pariwisata juga turut membantu menggerakan perekonomian di daerah.
“Seperti makanan dan minuman khas Lombok yang saya dapatkan saat ini, namanya serbat campuran atau yang disebut lemongrass tea dari hasil rempah-rempah berkualitas, ada juga serabi rumput laut. Di samping itu ada makanan khas Lombok lainnya yaitu ayam taliwang, plecing, dan nasi puyung. Semua yang menjadi ciri khas dari Lombok akan kita angkat, kita akan kurasi, karena kita punya programnya, dan kita akan bikin event-event yang lebih banyak di sini,” ujar Sandiaga saat mengunjungi Kantor Sekretariat Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/1/2020)
Sandiaga menilai, faktor lain yang dapat memperkuat pengembangan desa ini dari sisi kesehatan dan kebersihannya. Karena itu, desa ini layak untuk didorong pariwisata berbasis kesehatan atau medical tourism.
Sejumlah penghargaan pun pernah diukir Desa wisata Bilebante, salah satunya adalah penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai Desa Wisata terbaik dalam ajang Desa Wisata Award 2017.
Desa Bilebante terpilih karena dinilai mampu menjalankan roda perekonomian melalui Desa Wisata. Selain itu, Desa Wisata Bilebante juga telah berhasil mengembangkan usaha pengolahan rumput laut di sawah.
“Berbagai potensi yang ada di Desa Wisata Bilebante ini akan kita kembangkan. Kita wujudkan ini sebagai destinasi desa wisata yang bisa mendatangkan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk kemaslahatan rakyat,” ujar Sandiaga.
Di samping itu protokol kesehatan juga perlu diterapkan lebih ketat lagi. Karena saat ini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun drastis. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat agar jangan lengah terhadap protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.
“Protokol kesehatan ini sangat penting, karena akan membuat wisatawan yang datang merasa aman dan nyaman,” kata Sandiaga
Sandiaga berharap perhelatan MotoGp yang diperjuangkan akan menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya untuk masyarakat yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan seluruh masyarakat Indonesia.
Turut hadir mendampingi Menparekraf di antaranya Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Sungkari, Deputi BIdang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, dan Bupati Lombok Tengah Suhaili Fadhil Thohir.
