Mensos Apresiasi Program KKN Unhas yang Inovatif

0
daerah_2018_06_29_092218_big

Pihak UPT P2KKN Universitas Hasanuddin mengundang Menteri Sosial Idrus Marham dan Pejabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono untuk melepas 3.879 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2018, terdiri dari KKN Reguler Gelombang 99 dan KKN Tematik.

Dalam kesempatan ini, Mensos menantang mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat ke daerah perbatasan.

“Kalau ada yang siap mengabdi ke daerah perbatasan, saya akan datang berkunjung dan memberikan bantuan dana,” kata Mensos.

Penguatan perbatasan sendiri sedang menjadi fokus program Kementerian Sosial. Saat ini Presiden Joko Widodo sudah intensif meningkatkan pembangunan infrastruktur perbatasan dengan memperbaharui berbagai fasilitas di sana.

Tugas Kementerian ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan. Karena kunci pertahanan di perbatasan adalah kesejahteraan masyarakat di sana, katanya.

Ada 41 kabupaten/kota yang berada di perbatasan yang menjadi fokus perhatian Kemensos. Dimana di daerah tersebut perlu dilakukan penguatan. Menurut Mensos, pengabdian ke perbatasan adalah salah satu unsur dari Tridharma perguruan tinggi.

“Jadi KKN hakikatnya adalah sinergitas tridharma perguruan tinggi,” ujarnya Idrus.

Dari aspek pendidikan, bisa dipelajari dari rakyat. Yakin, rakyat biasa mengedepankan proses dalam mengatasi masalah hidupnya. Untuk itu, jangan melihat hasilnya, tapi lihatlah prosesnya. Jika posesnya tidak jelas, maka tidak ada produktifitas.

“Pelajari kepemimpinan dan kearifan lokal di desa,” ujarnya Mensos.

Unsur tridharma perguruan tinggi ketiga adalah penelitian. Dalam konteks ini, Mensos meminta mahasiswa melakukan analisis terhadap berbagai masalah yang berlangsung di lokasi KKN.

Ini bisa dilakukan dengan merumuskan dalam bentuk analisis konseptual, yang terjadi di lingkungan saudara termasuk masalah mengatasi kemiskinan di desa. Untuk itu Ia menantang, dengan cara memberikan masukan kepada Kementerian Sosial

“Jika mahasiswa bisa menyusun konsep yang jitu mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Itu merupakan legasi (warisan) yang patut dikenang di desa dimana mereka mengabdi,” sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Mensos juga menyerah bantuan uang sebesar Rp100.000.000 kepada Unhas yang diterima secara simbolis oleh Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Ariestina Pulubuhu.

Rektor Unhas mengatakan, KKN Unhas adalah bukti nyata kampus hadir merespon masalah-masalah bangsa, Ia juga selalu bermimpi agar KKN Unhas selalu mengalami peningkatan.

“Saya selalu bermimpi hari demi hari KKN Unhas makin konkrit programnya, yang betul-betul menyelesaikan persoalan bangsa dan ikut membangun negeri ini,” harapya.

Sementara Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti, memotivasi para peserta untuk selalu bersemangat.

“Anak muda itu harus semangat,” sebutnya.

Diketahui, Mahasiswa peserta KKN Reguler Gelombang 99 Unhas ini akan ditempatkan pada enam kabupaten, yaitu: Kabupaten Gowa (wilayah Dataran Tinggi), Kabupaten Bantaeng (semua kecamatan), Kabupaten Maros (semua kecamatan), Kabupaten Pangkep (semua kecamatan kecuali kecamatan pulau), Kabupaten Barru (semua kecamatan) dan Kabupaten Parepare (tiga kecamatan).

Sementara untuk KKN Tematik, Unhas akan mengirimkan mahasiswa untuk peserta pada 18 tema, yaitu: Desa Sejahtera Mandiri Bantaeng,bDesa Sehat Gowa, Andalas Padang, Sebatik Kaltara, Kebangsaan, Mahkamah Konstitusi (MK), KPK, Internasional Kedah Malaysia, Internasional Selangor Malaysia, Internasional Jepang, Kakao Bulukumba, Desa Membangun Jeneponto, TMMD kerjasama kodam 4 lokasi (Majene, Sidrap, Kolaka dan Selayar), Infrastruktur Gowa, Infrastruktur Parepare, Insfrastruktur Bantaeng, Infrastruktur Wajo dan Infrastruktur Pinrang.

Peserta KKN Unhas akan berada di lokasi dan melaksanakan program sesuai desain yang telah dipersiapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *