EconomicHeadline News

Mentan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp586,7 Miliar ke 26 Negara

Menteri Pertanian  (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor Komoditas pertanian senilai Rp568,7 miliar di Pelabuhan Peti Kemas JICT Tanjung Priok (25/11/2021).  Komoditas yang diekspor sebanyak 26 jenis diantaranya air kelapa, kelapa bulat, lada, pinang biji, premix, larva kering dan makanan hewan peliharaan.

Komoditas tersebut dihasilkan  dari sejumlah perusahaan eksportir  di antaranya PT. Pacific Eastern Coconut Utama sebagai  eksportir air kelapa. Kemudian ada  PT. Patel Trading sebagai eksportir pinang biji dan PT Jati Perkasa Nusantara sebagai eksportir Pemix.  Mentan pun mengapresiasi para perusahaan-perusahaan tersebut dengan menyerahkan langsung health certificate dan phytosanitary certificate kepada perwakilan perusahaan.

Komoditas yang beratnya mencapai 13,19 ribu ton diekspor ke 26 negara di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand dan  Latvia.  Acara pelepasan ekspor dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis dan Perkebunan, Kementerian Bidang Perekonomian dan Pejabat Eselon 1 Lingkup Kementerian Pertanian serta Instansi terkait di Pelabuhan.

Mentan Syahrul mengatakan ekspor ini adalah langkah konkret dalam melaksanakan instruksi Presiden Jokowi. Untuk itu, para pejabat negara untuk melakukan langkah yang diperlukan, seperti percepatan pelayanan, transparansi dan lainnya agar para pengusaha dapat lebih mudah melakukan bisnis, dan ekspor menggambarkan seperti itu.

 “Jika impor menggambarkan kita kekurangan, sedangkan ekspor kita telah berbuat seuatu untuk negara. Kembali mengingat kita 350 tahun dijajah hanya karena rempah jadi rempah kita paling berharga di dunia, karenanya mari kembangkan dan manfaatkan untuks ekspor,” ujar Mentan

 Menurut Mentan, pada saat Merdeka Ekspor 17 Agustus lalu, dalam 7 hari ekspor naik 7,2 triliun, namun belum semua kabupaten bisa ekspor, kenapa? Ayo cari semut bisa diekspor itu, larva , belatung (magot) juga bisa diekspor. Kenapa ada kabupaten yang belum bisa ekspor?, hanya perlu didorong itu,” tuturnya.

Upaya Perlindungan Sumber Daya Pertanian

Mentan juga menyampaikan mengenai peran karantina pertanian, “Jangan kira karantina hanya berjaga jaga saja, yang dijaga itu adalah mikroba, penyakit hewan tumbuhan yang bisa menyebar ke komoditas pertanian kita. Karantina sangat penting agar tidak menyebar penyakit. Tidak ada yang masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan,” ungkapnya

 Peran karantina sangat penting bagi negara besar yang memiliki banyak pulau seperti Indonesia. Menurutnya,  kalau perang senjata, bisa terlihat namun perang bioterorisme melalui mikroba itu sangat berbahaya bagi negara dan tidak terlihat bentuknya.

 “Dibalik karantina ada laboratorium yang memeriksa, meneliti sampel jadi jika ada proses itu bukannya diperlambat tapi sedang dipercepat dengan pemeriksaan dan inovasi karantina pertanian,” ujarnya.

 Mentan Syahrul berpesan kepada semua pemangku kepentingan pertanian agar harus jumping atau berani melompat, disaat orang lain tidak bisa. Itu menurutnya amanat dari Bapak Presiden untuk terus meningkatkan ekspor.

 “Oleh karenanya harap pak gubernur, pak bupati jangan sampai tidak ada wilayah yg tidak ada ekspor komoditas pertanian,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button