Mentawai, Titik Terindah di Barat Sumatera
Mentawai, mendengar nama Mentawai biasanya orang-orang langsung teringat dengan aktifita surfing. Mentawai memang terkenal sebagai surganya peselancar. Ombak besar di bagian barat Pulau mentawai memang cocok untuk berselancar.
Tapi kalau berkunjung ke Mentawai bukan untuk surfing, tidak perlu khawatir karena ada banyak destinasi wisata yang menarik yang tetap bisa anda nikmati di Mentawai.
Sekilas info tentang Kepulauan Mentawai. Mentawai ini salah satu kabupaten di Sumatera Barat. Terdiri dari ratusan pulau besar kecil. 4 Pulau utama yang banyak penduduknya adalah Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan. Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah Tuapejat di Pulau Sipora.
Kalau mau menuju ke Tuapejat mudah saja. Ada speedboat dari Padang ke Tuapejat setiap hari. Berangkat setiap jam 7 pagi tepat. Tidak ada istilah delay, sementara waktu tempuh bisa lebih dari 4 jam. Bahkan kalau cuaca buruk, bisa lebih dari 4 jam.
Selain pakai speedboat, alternatif lain ke Tuapejat dari Padang, bisa sewa kapal nelayan. Tapi kalau naik kapal nelayan, bisa 12 jam katanya. Tiket speedboat per orang Rp250.000. Tapi kalau pakai kapal nalayan justru jadi lama. Walaupun mahal, penumpang speedboat selalu penuh. Ingat selalu, jangan pernah beli tiket speedboat mendadak. Hampir pasti tidak akan kebagian.
Selain jalan-jalan di Tuapejat di Pulau Sipora. Sempatkanlah untuk jalan-jalan ke Pulau Simakakang. Pulau kecil terdekat dari Tuapejat. Hanya berkisar seperempat jam waktu tempuh dari Tuapejat di Pulau Sipora ke Pulau Simakakang, naik perahu nelayan.
Di Pulau Simakakang ini tidak ada penduduknya. Hanya ada resort wisata punya orang asing. Tamunya pun rata-rata wisatawan asing. Harganya pun standar hitungan para wisatawan asing, jadi agak sedikit lebih mahal.
Walaupun ada resort-nya tapi pulau ini tidaklah terlalu private. Pengunjung tetap boleh mengunjungi pulau itu dan main di pantai sepuasnya. Pantainya bersih sekali dan airnya sebening kristal dan pasirnya putih halus. Satu hal yang wajib diketahui oleh siapapun yang datang ke tempat ini, air lautnya sangat tenang dan hamper tanpa ombak.
Menikmati Pulau Sipora
Untuk menikmati keindahan dan keasrian Pulau Sipora, langsung saja putuskan berkeliling Pulau Sipora. Tenang saja, karena ada angkot yang beroperasi dari pagi hingga menjelang sore hari di sana. Rutenya memang terbatas, tidak ada angkutan kota antar pulau atau dari ujung utara Pulau Sipora ke ujung selatan pulau.
Memang belum pernah ada ditemukan penyewaan khusus motor trail atau kendaraan off road 4X4.
Sebanrnya menarik juga berkeliling Pulau Sipora, terutama ke kampung-kampung yang masih sangat asri dan terjaga kebudayaannya. Kita juga masih bisa melihat banyak rumah-rumah khas masyarakat Mentawai, yakni rumah panggung dengan dinding kayu atau anyaman bambu dan beratap daun rumbia.
Kalau memang datang ke Mentawai untuk menikmati surfing, langsung saja menuju ke salah satu spot terbaik untuk surfing di Pulau Sipora, nama areanya Teleskop.
Letaknya persis di sisi utara Pulau Sipora, berseberangan dengan Pulau Awera. Kira-kira 20 menit menyeberang dari Pulau Sipora ke Pulau Awera dengan speedboat. Di Pulau Awera ini juga terdapat resort-resort kecil yang dikelola penduduk lokal.
Fakta-Fakta Pulau Mentawai
- Kepulauan Mentawai terdiri dari beberapa pulau yakni Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Namun kebanyakan menghuni Pulau Siberut.
- Mentawai didiami oleh Suku Mentawai. Mereka menyebut tanah kelahirannya dengan sebutan Bumi Sikerei.
- Di Pulau Siberut ada Taman Nasional yang dijadikan salah satu cagar biosfer oleh UNESCO. Taman nasional ini pula rumah bagi 18 satwa langka yang tidak bisa dilihat di tempat lain. Satwa langka ini termasuk tupai terbang dan monyet ekor babi.
- Setidaknya ada 400 titik selancar di Mentawai. 23 diantaranya berskala internasional.
- Di Mentawai ada rumah rahasia dari mendiang bintang Hollywood Paul Walker, si bintang Fast and Furious. Walker menyebut kepulauan Mentawai sebagai tempat terindah di muka bumi.
