Menteri Pariwisata Akan Genjot Wisata Bahari

0

Pariwisata Indonesia sebenarnya punya potensi yang cukup besar, bukan saja dari segi potensi objek wisatanya saja tapi juga sebenarnya dari segi potensi wisatawan domestiknya juga. Tapi sayang salah satu potensi pariwisata terbaik Indonesia seperti wisata bahari yang bahkan sudah mendunia, ternyata belum tergarap secara maksimal.

Wisata bahari Indonesia ke depannya akan semakin digalakkan promosinya dan yang terpenting, wilayah sekitar lokasi wisata bahari juga harus dikembangkan agar akses dan fasilitasnya semakin ramah wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan wisata bahari di Indonesia sangat berpotensial bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun, kontribusinya kepada negara dinilai masih sangat kecil, bahkan hanya menyentuh angka 10 persen atau US$1 miliar dari total US$10 miliar devisa.

Sementara itu, Malaysia sudah mencapai US$8 miliar. “Padahal potensi kita jauh lebih tinggi. Kalau untuk menaikkan (target devisa) dua kali lipat pada tahun 2019 itu relatif mudah. Dari 10 persen menjadi 20 persen atau US$1 miliar menjadi US$4 miliar,” kata Arief di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Minggu (24/4).

Arief Yahya juga mengakui, salah satu kendala permasalahan pariwisata Indonesia adalah minim dan tidak memadainya transportasi ke lokasi wisata.

“Jadi, kelemahan Indonesia dalam pariwisata, salah satunya, akses. Contoh saja, wisata mancanegara dari China ke Indonesia yang direct (langsung) itu hanya 37 persen. Sedangkan, ke negara pesaing seperti Singapura mencapai 85 persen, Thailand 81 persen dan Malaysia 78 persen,” katanya.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata akan mengakselerasi dengan membuka akses dari negara lain seperti China, India dan Australia. Sehingga, devisa negara akan lebih besar lagi.

“Kalau pariwisata itu idenya satu. Makin dilestarikan makin mensejahterahkan. Jadi, sistem tourism development itu harus tiga hal yang diperhatikan. Lingkungan, komunitas dan nilai keekonomian. Ketiganya harus seimbang,” jelas Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *